Singaraja, koranbuleleng.com | Empat warga Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, menjadi korban gigitan anjing dalam rentang dua hari. Pemerintah desa bersama petugas kini menelusuri anjing lain yang diduga sempat kontak dengan anjing tersebut untuk mengantisipasi potensi penularan rabies.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, rangkaian kasus gigitan itu terjadi pada 5 dan 6 Oktober 2026.
Kasus pertama terjadi pada Senin malam, 5 Oktober 2026 sekitar pukul 22.00 Wita. Seekor anjing milik Made Jana keluar dari pekarangan rumah setelah pintu gerbang dalam kondisi terbuka.
Anjing tersebut kemudian menyerang dua warga yang melintas di sekitar lokasi. Ketut Labek, 77 tahun, dan Wira Putra, 27 tahun, mengalami luka gigitan pada kaki kanan.
Serangan kembali terjadi sehari berikutnya. Kali ini, Ketut Rinten, 76 tahun, mengalami gigitan pada kaki kiri. Sementara Ni Komang Tria Intan Sanjiwani, 12 tahun, mengalami luka pada betis kiri.
Empat korban langsung mendapat penanganan medis di Puskesmas Sawan dan RSUD Giri Emas. Selain perawatan luka, para korban juga mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Melandrat mengatakan, petugas langsung bergerak setelah menerima laporan. Tim Siaga Rabies (Tisira) diterjunkan untuk menangani kasus tersebut.
“Pasca menerima laporan kasus gigitan anjing tersebut, kami langsung menerjunkan Tim Siaga Rabies (Tisira). Anjing tersebut telah dieliminasi dan diambil sampel otaknya. Sampelnya sudah dikirim ke Balai Veteriner Denpasar,” jelas Melandrat, Rabu, 7 Oktober 2026.
Sementara itu, status anjing tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan sampel otak dilakukan untuk memastikan apakah anjing yang menggigit empat warga itu terjangkit rabies.
Perbekel Desa Sudaji, I Made Ngurah Fajar Kurniawan mengatakan, pemerintah desa juga tidak hanya menunggu hasil pemeriksaan. Penelusuran dilakukan terhadap anjing lain yang diketahui sempat berkelahi atau kontak dengan anjing yang menyerang warga.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan penularan apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan anjing tersebut positif rabies.
“Kami telusuri anjing lain yang sempat kontak dengan anjing ini, untuk mencegah penularan rabies,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

