PMI Buleleng Perkuat Layanan Kemanusiaan hingga Sembilan Kecamatan

Singaraja, koranbuleleng.com | Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng memperkuat jangkauan pelayanan kemanusiaan dengan membentuk kepengurusan di sembilan kecamatan. Langkah ini diharapkan mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi bencana dan kondisi kekeringan yang melanda sejumlah desa.

Wakil Bupati Buleleng I Gede Supriatna mengatakan, keberadaan pengurus PMI di tingkat kecamatan menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan pelayanan di tengah wilayah Buleleng yang cukup luas. Penguatan organisasi ini diharapkan membuat koordinasi relawan dan penanganan kebutuhan kemanusiaan lebih efektif.

- Advertisement -

“Hari ini kita melantik sembilan pengurus kecamatan PMI di Kabupaten Buleleng. Tujuannya untuk mendukung dan membantu tugas-tugas PMI kabupaten supaya bisa menjangkau seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Buleleng,” ujar Supriatna, usai pelantikan sembilan pengurus PMI kecamatan periode 2026–2031 di Wantilan Praja Winangun, Kantor Bupati Buleleng, Rabu, 14 Oktober 2026.

Menurut Supriatna, pelayanan PMI tidak hanya berkaitan dengan donor darah, tetapi juga mencakup penanganan bencana dan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan. Karena itu, keberadaan pengurus di setiap kecamatan perlu diikuti penguatan peran relawan agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kekeringan berkepanjangan yang menyebabkan sejumlah desa di Buleleng mengalami kekurangan air. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antarpihak dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan.

“Dengan wilayah Buleleng yang cukup luas, keberadaan pengurus PMI kecamatan dan relawan PMI di setiap kecamatan tentunya membuat masyarakat lebih cepat ditangani. Kegiatan PMI tidak hanya donor darah, tetapi juga kegiatan masyarakat lainnya, termasuk kebencanaan,” jelasnya.

- Advertisement -

Penguatan pelayanan tersebut juga membutuhkan kerja sama pengurus PMI kecamatan dengan pemerintah desa dan unsur terkait. Koordinasi yang baik diharapkan mendukung mobilisasi relawan ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat maupun membutuhkan bantuan sosial.

Di sisi lain, PMI tetap perlu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah sukarela. Sosialisasi secara berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Kepengurusan PMI kecamatan periode 2026–2031 diharapkan tidak hanya melanjutkan program yang sudah berjalan, tetapi juga memperkuat jangkauan pelayanan di wilayah masing-masing. Dengan jaringan organisasi yang lebih dekat dengan masyarakat, PMI diharapkan semakin responsif dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Harapan kami, dengan terbentuknya PMI kecamatan ini, semakin meningkat jangkauan dan kinerja PMI Kabupaten Buleleng untuk melayani urusan sosial kemanusiaan,” kata Supriatna.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru