Dermaga Celukan Bawang Siap 99 Persen, Jalur Penyeberangan Jawa–Bali Tunggu Keputusan Menteri

Singaraja, koranbuleleng.com | Pelabuhan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, hampir siap mendukung jalur alternatif penyeberangan Jawa–Bali. Namun, rencana pengoperasian lintasan tersebut belum bisa direalisasikan sebelum Menteri Perhubungan menetapkan kepastian jalur yang akan digunakan.

Fasilitas Dermaga 3 yang diproyeksikan melayani kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) kini mencapai kesiapan 99 persen. Meski infrastruktur hampir rampung, pemerintah masih harus menuntaskan asesmen keselamatan dan kesiapan operasional sebelum membuka layanan penyeberangan.

- Advertisement -

Dua lintasan masuk dalam kajian pemerintah, yakni Tanjung Wangi–Celukan Bawang dan Jangkar–Celukan Bawang. Keduanya direncanakan melayani kendaraan golongan VA dan VB.

Berdasarkan kajian teknis, lintasan Tanjung Wangi–Celukan Bawang memiliki jarak sekitar 57 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 2,8 jam. Sementara lintasan Jangkar–Celukan Bawang mencapai 100 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 4,9 jam.

Sebagai pembanding, lintasan Ketapang–Gilimanuk hanya berjarak sekitar 7 kilometer dengan estimasi perjalanan 0,3 jam. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kapal KMP kelas 1.500–2.000 GT.

Kepala KSOP Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman, mengatakan pihaknya merekomendasikan uji coba penyandaran kapal Ro-Ro pada November 2026 untuk memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan.

- Advertisement -

“Uji coba ini diperlukan untuk mengukur kesiapan teknis dan operasional pelabuhan sebelum kapal benar-benar melayani penyeberangan,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Meski demikian, kepastian jumlah dan spesifikasi kapal belum ditetapkan. Penentuan armada masih menunggu arahan teknis Kementerian Perhubungan, termasuk hasil asesmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang menjadi pertimbangan keputusan menteri.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Celukan Bawang, Jumhari Nasrun, menyatakan Pelindo mendukung pengembangan lintasan alternatif tersebut. Kesiapan fasilitas dan operasional pelabuhan menjadi bagian dari dukungan terhadap rencana pemerintah memperkuat konektivitas Jawa–Bali.

“Kami berharap kajian ini dapat menjadi langkah positif dalam memperkuat konektivitas transportasi dan kelancaran arus logistik antardaerah,” ujar Jumhari.

Namun, pengoperasian Dermaga 3 juga harus diselaraskan dengan aktivitas pelabuhan lainnya. Jumhari menyebut pengaturan jadwal dan penggunaan dermaga diperlukan agar pelayanan kapal Ro-Ro tidak mengganggu aktivitas kapal kargo di Dermaga 2.

“Pengaturan ini juga perlu memperhitungkan rencana kunjungan kapal pesiar pada Desember 2026 hingga Januari 2027,” ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama sejumlah instansi terkait meninjau kesiapan Pelabuhan Celukan Bawang pada Selasa (3/11/2026). Kunjungan dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara, Balkis Kusumawati.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah turut mengevaluasi kapasitas fasilitas sandar, monitoring room, CCTV, penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), serta rekayasa lalu lintas di sekitar pelabuhan.

Rencana pengembangan jalur alternatif ini juga dikaitkan dengan persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 serta penerapan kebijakan Indonesia Bebas Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan mulai 1 Januari 2027 di Selat Bali.

Pembahasan lanjutan mengenai kesiapan lintasan dijadwalkan melalui rapat koordinasi pada Rabu (4/11/2026).(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru