More

    Polisi Akhirnya Tetapkan 3 Tersangka Pembalak Hutan

    Singaraja, koranbuleleng.com | Polres Buleleng telah resmi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pembalakan liar yang terjadi di Banjar Dinas Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk, Seririt.  Tiga tersangka yakni I Nyoman Soambawa (43), Ketut Sudena (35) dan Ketut  Widiasa (54).  Ketiganya merupakan warga asal Desa Pangkung Paruk, Seririt. 

    Ketiga pelaku di tetapkan sebagai tersangka dengan ditemukanya beberapa barang bukti berupa 25 kayu jenis Sonokeling yang sudah berbentuk balok, 5 Unit sepada motor dan 1 unit Sensor. 

    Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa S.I.K., M,H. mengatakan ketiga pelaku memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksi pembalakan liar.  Tersangka I Nyoman Soambawa bertugas sebagai penujuk lokasi sekaligus menentukan tempat dimana lokasi penebangan hutan.  

    Setelah ditemukan lokasi I Nyoman Soambawa bersama temannya Ketut Sudena mendatangi lokasi untuk melakukan penebangan, setelah kayu berhasil terkumpul kemudian  dijual kepada Ketut  Widiasa.  

    “Setelah tahu tempatnya, Soambawa dan Ketut Sudena ke lokasi untuk menebang pohon, lalu pohon yang ditebang, diangkut dengan sepeda motor, kemudian dikumpulkan lalu dijual ke Ketut Widiasa.” ujar Sinar Subawa

    Sebelumnya Satreskim telah mengamankan 5 orang yang diduga melakukan pembalakan liar, namun karena belum mempunyai bukti yang kuat sehingga kepolisian hanya menetapkan 3 orang sebagai tersangka. Salah satu Orang yang dinyatakan belum memiliki bukti yang kuat adalah anak dari tersangka Ketut Widiasa.

    “Kita melakukan penyelidikan berdasarkan fakta-fakta di lapangan, kalau belum memenuhi syarat dan bukti yang ada kita tidak bisa kita tahan, memang kemarin kita amankan 5 orang, namun tidak cukup bukti, hanya ketiganya ini yang cukup bukti,” imbuh Sinar Subawa

    Sinar Subawa menambahkan jika ketiga pelaku sudah hampir setahun melakukan pembalakan liar. Sedangkan untuk hasil penebangan kayu yang terkumpul oleh tersangka ketut Widiana akan dijual, namun Sinar Subawa belum dapat memastikan akan dijual kemana dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

    Sementara itu, salah satu tersangka Ketut Widiana mengatakan jika ia tidak mengetahui kalau kayu yang di tebang itu wilayah hutan lindung, ia juga mengaku kalau hanya sebagai supir untuk pengakut kayu.

    “Saya gak tau disana tidak boleh nebang pohon, saya hanya supir, baru sekali saya mengangkut ke sana, malamnya tiba-tiba sudah datang  aparat Desa,” Ujarnya

    Karena perbuatan, ketiganya  tersangka  diancam pasal 82 ayat (1) huruf a atau b atau c pasal 83 ayat (1) huruf b Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan Perusakan Hutan dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5   tahun serta denda pidana Rp. 500.000.000  dan paling banyak Rp. 2.500.000.000. |ET|

    Berita Terpopuler

    Sempat Ditutup, PN Singaraja Kembali Menerima Pelayanan

    Suasana persidangan secara online di PN Singaraja | FOTO : EDY NURDIANTORO| Singaraja, koranbuleleng.com | Pengadilan Negeri (PN) Singaraja kembali...

    Gugus Tugas Inspeksi Perkantoran dan Tempat Ibadah

    Tim Gugus Tugas menempel stiker ke sejumlah perkantoran dan tempat ibadah terkait dengan penerapan protokol kesehatan |FOTO : RIKA MAHARDIKA|

    Undiksha Gelar Seleksi SKB Secara Online

    Panitia Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Universitas Pendidikan Ganesha sedang melakukan proses seleksi secara online |FOTO : EDY NURDIANTORO|

    Pemkab Buleleng Tunggu Izin Operasional Mesin PCR dari Kementerian Kesehatan

    Simulasi penanganan pasien COVID 19 di RSUD Buleleng |FOTO : Arsip koranbuleleng.com| Singaraja, koranbuleleng.com| Pemkab Buleleng sampai saatini masih...

    Related articles