Sinergi Membangun Kekebalan Kelompok Atasi Pandemi COVID-19

Vaksinasi di Pelabuhan Sangsit, Desa Sangsit |FOTO : i Putu Nova A.Putra|

Singaraja, koranbuleleng.com | Vaksinasi COVID-19 terus digencarkan. Di Buleleng, setiap hari targetnya 1000 warga bisa tervaksinasi di masing-masing desa. Bukan hanya Pemerintah Kabupaten Buleleng yang bergerak, namun TNI dan Polri secara aktif ikut membantu agar vaksinasi bisa dilakukan dengan cepat dan target diperbanyak.

- Advertisement -

Di Desa Bungkulan, TNI bergerak dan meminta masyarakat untuk datang ke gedung olahraga Bungkulan sebagai pusat vaksinasi COVID-19, Selasa 29 Juni 2021. Sebanyak 20 orang petugas medis dari Rumah Sakit Tentara Singaraja dikerahkan untuk melakukan vaksinasi. Seperti inilah gerakan gotong royong untuk membangun herd immunity atau kekebalan kelompok dalam mengendalikan pandemi COVID-19 ini. Jika kekebalan kelompok atas infeksi penyakit ini sudah terbangun, niscaya pandemi COVID-19 bisa dikendalikan secara perlahan.  

Vaksinasi di Desa Bungkulan, sebanyak 1.020 terdaftar. Namun hanya 851 orang yang berhasil menjalani vaksinasi, sementara sisanya sebanyak 169 orang gagal dan ditunda karena berbagai hal.

Selain di Desa Bungkulan, Vaksinasi juga digenjot oleh Kodim 1609/Buleleng di Desa Sangsit, Rabu 30 Juni 2021. Mengambil lokasi di Pelabuhan Sangsit, vaksinasi juga diikuti ribuan warga.

Namun, petugas gabungan selain TNI, mengurai agar tidak erjadi kerumunan warga. Semua diatur agar proses vaksinasi tetap mengedepankan protokol kesehatan.  Warga yang datang ke lokasi vaksinasi wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.  

- Advertisement -

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto secara aktif terus melakukan pemantauan vaksinasi. Dia bergerak ke desa-desa memastikan warga mendapatkan vaksin COVID-19.

Selain itu, Windra juga meminta agar aparat desa memastikan pos PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)  mikro di masing-masing desa dioptimalkan.  

“Kami mohon perbekel dan Kelian adat menggalakkan, jadi jangan hanya pasang banner pos PPKM Mikro, tetapi harus benar-benar melaksanakan tugasnya,” ujar Windra Lisrianto.

Sementara itu, Danramil Sawan, Kapten Infanteri Made Suparsana mengakui target utama vaksinasi di Desa Sangsit, kecamatan Sawan minimal mencapai 1000 warga. Jika tidak terlampau, maka akan terus melakukan vaksinasi agar semakin banyak masyarakat mendapatkan vaksinasi.

Vaksinasi di Desa Bungkulan |FOTO : i Putu Nova A.Putra|

“Kami akan berpindah ke lokasi lain, supaya masyarakat juga semakin dekat dengan okasi vaksinasi. Semakin banyak yang mendapatkan vaksin maka pengendalian COVID-19 ini bisa kita lakukan dengan baik,” ujar Suparsana saat ditemui di lokasi vaksinasi di Pelabuhan Sangsit.

Suparsana mengakui warga masih banyak yang belum mendapatkan vaksin sehingga pemerintah bersinergi dengan TNI dan Polri untuk jemput bola mendekatkan masyarakat dengan lokasi vaksin.

Pelabuhan Diawasi Ketat

Di sisi lain, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng, Bali masih memperketat pemantauan dan pemeriksaan bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) pada pelabuhan yang ada di Buleleng. Seperti pengawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak dan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sangsit, Kecamatan Sawan.

Sebelumnya juga ada Pelabuhan Pegametan namun sekarang tidak beroperasi lagi. “ Sudah dipantau semua. Jadi ada di Celukan Bawang dan juga di Sangsit,” jelas Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19, Gede Suyasa.

Suyasa menegaskan PPDN yang turun di pelabuhan dilakukan tes cepat antigen. Termasuk yang di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng.  PPDN yang ditemukan positif berdasarkan tes cepat antigen adalah PPDN yang berlabuh di Celukan Bawang.  Totalnya ada 12 orang dalam kurun dua hari pemeriksaan. 12 orang yang positif dan tanpa bergejala diwajibkan untuk isolasi di hotel dengan biaya sendiri, dan ada satu orang perempuan dilarikan ke Rumah Sakit Kertha Usadha karena dalam kondisi hamil dan akan melahirkan.  

“Sisanya tinggal di hotel biaya sendiri karena tidak berKTP Buleleng. Jadi mereka tidak boleh kemana-mana hanya di sana saja. Habis ini sudah tidak boleh lagi di Singaraja. Jadi silakan kembali lagi atau ke tempat tujuan,” ucap Suyasa.

Satgas yang terdiri dari Satpol PP dan petugas lainnya bertugas untuk memantau karantina yang dilakukan. 

“Sudah saya laporkan. Kita selalu screening dan mereka tidak diizinkan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal. Skrining dulu yang boleh turun ke masyarakat. Tes cepat antigennya kita lakukan. Kasusnya di Buleleng tapi dari PPDN,” tutup Suyasa. |NP|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts