Sutjidra Lantik Pengurus PMI Kecamatan, Minta Edukasi Warga Untuk Donor

Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra |FOTO :Istimewa|

Singaraja, koranbuleleng.com | Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG meminta pengurus PMI Tingkat Kecamatan yang baru dilantik itu bekerja maksimal terutama dalam hal penggalian potensi donor darah terhadap warga sekitar. Warga harus diberikan edukasi yang baik sehingga mau melakukan donor darah. Hal itu dimaksudkan sebagai langkah cepat pemenuhan kebutuhan darah di Buleleng. 

- Advertisement -

Nyoman Sutjidraselaku Ketua PMI Kabupaten Buleleng melantik Pengurus PMI di tingkat kecamatan sekaligus peresmian Gedung UDD PMI Kabupaten Buleleng, Senin, 11 Oktober 2021. Pelantikan pengurus PMI Kecamatan dinilai penting untuk membantu pemenuhan kebutuhan darah di Buleleng.

Pembangunan Gedung UDD PMI juga untuk mempermudah masyarakat yang mau donor darah terpusat di luar gedung rumah sakit.

“Pengurus kecamatan ini akan dibantu 10 orang anggota sehingga nantinya ada komunikasi antara kecamatan. Ini merupakan potensi-potensi pendonor di kecamatan. Kita akan terus gali agar kebutuhan darah itu bisa tercapai,” harapnya.

Sebagai catatan, kebutuhan darah di Kabupaten Buleleng hingga 12.000 kantong darah dalam satu tahun. Dia menyebut Buleleng barat  hampir sudah memenuhi target, tetapi yang akan kita lebih fokuskan sekarang adalah di Buleleng timur yakni di Kecamatan Sawan, Kubutambahan dan Tejakula.  Mudah-mudahan nanti saat ada kegiatan-kegiatan besar atau event tertentu kita akan mengadakan donor darah, sehingga kita mempunyai stok darah yang cukup untuk melayani masyarakat yang membutuhkan darah di Buleleng.

- Advertisement -

Donor Plasma Konvalesen

Donor plasma konvalesen sangat penting untuk pengobatan pasien COVID-19.Namun, sejauh iniPemkab Buleleng belum memiliki mesin khusus untuk mengambil komponen plasma tersebut.

Alat tersebut biasa disebut dengan mesin apheresis.  Di PMI Provinsi Bali mesin apheresis sudah tersedia.

Mengingat potensi dari donor plasma konvalesen sangat tinggi, Buleleng semestinya bisa mempunyai mesin tersebut. “Terlihat dari jumlah kasus dan pasien COVID-19 yang sudah sembuh. Sehingga, nanti jika ada mesinnya di Buleleng, kita bisa menyiapkan plasma konvalesen untuk pasien-pasien COVID-19 yang membutuhkan,” jelas dia.

Untuk dapat menjadi pendonor plasma konvalesen, tentunya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Seperti, sudah sembuh dari Covid-19 yang dibuktikan dengan surat keterangan yang diberikan oleh rumah sakit. Kemudian, ada pengecekan titer antibodi. Jika jumlah titer antibodinya memenuhi syarat baru bisa menjadi pendonor plasma konvalesen. Setelah itu, baru bisa diambil plasma darahnya dengan menggunakan mesin apheresis tersebut. “Untuk saat ini, Kita kirim darah dari penyintas ke Denpasar untuk bisa diambil plasmanya dengan mesin apheresis,” ujar Sutjidra.

Sutjidra menambahkan selama ini Pemkab Buleleng maupun PMI Cabang Buleleng terus mengimbau kepada masyarakat khususnya para penyintas COVID-19 agar melakukan donor plasma konvalesen. Pelaksanaan skrining untuk donor plasma konvalesen juga sudah pernah dilakukan di Rumah Sakit TNI Angkatan Darat di Singaraja.  

Setelah dilakukan skrining, darah dikirim ke Denpasar untuk diambil plasmanya. Proses pengiriman ke Denpasar ini yang membutuhkan waktu satu sampai dua hari. “Karena jika mobilisasi pendonor plasma konvalesen ke Denpasar itu tidak mungkin. Mereka akan keberatan. Jika dikirim membutuhkan waktu satu sampai dua hari. Kalau alatnya ada di Buleleng, kita bisa langsung melayani,” imbuhnya. |R/ADV|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts