More

    Pelaku Usaha Wajib Terapkan CHSE Sambut Pariwisata Bali

    Megangsingan menjadi salah satu atraksi pariwisata yang sering menjadi perhatian bagi wisatawan asing|FOTO :Arsipkoranbuleleg.com|

    Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng mendorong seluruh pelaku usaha pariwisata menerapkan sertifikasi CHSE (Cleanliess, Health, Safety, Environment, Suistainbility) guna menyongsong rencana pembukaan pariwisata Bali. Sesuai rencana pemerintah, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan dibuka untuk kedatangan wisatawan internasional pada 14 Oktober 2021.

    “Kesiapan itu meliputi sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), vaksinasi pengelola tempat wisata, dan penerapan aplikasi PeduliLindungi pada DTW (Daerah Tujuan Wisata),” jelas Plt. Kepala Dispar Kab. Buleleng Ni Made Rousmini, Senin 10 Oktober 2021.

    Untuk saat ini, pengajuan sertifikasi CHSE masih digratiskan atau tanpa pungutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

    “Karena kalau bayar, sertifikasi CHSE sampai dua belas juta rupiah,” imbuhnya.

    sialisasi juga terus digencarkan kepada pelaku wisata di dalamnya terkait dengan persyarata untuk lulus sertifikasi CHSE. 

    Menurutnya persiapan itu tidak memakan biaya yang besar, karena yang terpenting higienis. Bahkan, para pelaku wisata dapat memanfaatkan produk lokal seperti wastafel batu atau keranjang sampah anyaman bamboo yang dapat diproduksi sendiri oleh masyarakat local untuk kebutuhan sarana dan prasarana.

    Menyoal tentang vaksinasi bagi pelaku pariwisata, Rousmini optimis pencapaiannya memenuhi target karena  vaksinasi sangat tinggi dilakukan oleh berbagai pihak baik dari pemerintah daerah dan pusat, kepolisian, TNI, maupun masyarakat.

    Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng juga telah menyosialisasikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada para pelaku wisata. Pihak manajemen hotelmaupunpengelowa lokasi wisata agar memasang scan barcode dipintu-pintu masuk yang strategis. 

    “Dengan segala upaya yang telah dilakukan, sektor pariwisata di Buleleng sudah siap menyambut pembukaan pariwisata internasional,” urai Rousmini.|NP|

    Berita Terpopuler

    Related articles