Turnamen Singa Anturan Cup Obati Kerinduan Masyarakat Event Sepak Bola

Singaraja, koranbuleleng.com | Turnamen Singa Anturan Cup I 2022 mengawali musim kompetisi sepakbola antar klub di Buleleng di tengah melandainya Covid19. Turnamen yang digelar di Lapangan Desa Anturan itu melibatkan 6 klub, yakni Padma Tukadmungga, Forkal Kalibukbuk, Putra Lovina, Gapura Mas Sanggalangit, Putra Kubutambahan FC, serta tuan rumah Singa Anturan.

Semuanya adalah konstituen Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Buleleng. Diantaranya ada yang bermain di Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3 PSSI Buleleng.

- Advertisement -

Wakil Ketua Umum Askab PSSI Buleleng, Nyoman Suasana mengungkapkan, kompetisi sepakbola kini telah dibuka kembali. Animo masyarakat cukup tinggi. Terbukti dari setiap pertandingan, penonton selalu berdatangan.

“Ini akan memberi vibrasi bagi pemain sepakbola di Buleleng. Apalagi selama 2 tahun ini tidak ada kompetisi. Kami pun sejak 2020 tidak bisa menggelar kompetisi, karena pandemi. Tahun ini juga tidak bisa, karena terlalu berhimpitan dengan Porprov. Kami berupaya kompetisi liga internal PSSI Buleleng bisa digulirkan lagi tahun depan,” kata Suasana usai pembukaan Selasa 28 Maret 2022.

Menurutnya Singa Anturan memiliki sejarah yang panjang sebagai sebuah klub. Banyak pemain potensial yang lahir dari klub tersebut. Beberapa pemain sempat terlibat dalam tim sepakbola Porprov Buleleng, maupun dalam tim futsal.

Di sisi lain, turnamen yang diselenggarakan Singa Anturan FC juga mendapat apresiasi dari PSSI pusat. Deputi Bisnis dan Komersial PSSI, Rudy Kandra hadir di Lapangan Desa Anturan. Dia didampingi Ketua Yayasan BUMN, Harjawan Balaningrath. Mereka menyaksikan pertandingan antara Gapura Mas Sanggalangit dengan Forkal Kalibukbuk FC.

- Advertisement -

Rudy Kandra mengaku sangat terkejut dengan atmosfer kompetisi di Anturan. Meski hanya bersifat kompetisi antar kampung (tarkam), pertandingan itu mampu menarik minat penonton. Ia pun yakin akan lahir pemain sepakbola yang andal dari kompetisi tersebut.

Menurut Rudy pertandingan tarkam sangat berpengaruh pada iklim sepakbola di Indonesia. Baik yang bersifat turnamen maupun pertandingan persahabatan. Ia menyatakan pertandingan menjadi ajang bagi pemain sepakbola melatih teknik yang didapat selama latihan. Disamping itu pertandingan juga menjadi sarana melatih mental pemain mengolah bola di lapangan hijau.

“Meskipun kata orang pertandingan tarkam, sebuah pertandingan tetap penting bagi pemain bola. Karena ini akan menjadi trigger. Jadi akan terus pemain yang tumbuh. Justru kalau tidak ada pertandingan, mereka akan merasa diabaikan. Karena hasil latihan tidak bisa disalurkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Yayasan BUMN, Harjawan Balaningrath mengatakan pihaknya merasa terpanggil agar iklim kompetisi sepakbola menjadi lebih baik lagi. Yayasan BUMN bahkan telah menggelontorkan dana sebanyak Rp 40 juta untuk mendukung turnamen yang diselenggarakan Singa Anturan FC.

Ia meyakini kompetisi yang rutin diselenggarakan akan menghindarkan kalangan muda dari kegiatan negative. Harjawan berharap kompetisi bisa dilakukan lebih intens. Bahkan bila memungkinkan dilakukan dengan skema liga home-away.

“Masalahnya memang tidak semua desa punya lapangan. Mungkin nanti satu waktu kami diskusi dengan pemda dan PSSI. Supaya klub-klub yang tidak punya lapangan untuk home base, bisa pakai stadion besar seperti Mayor Metra untuk sementara waktu,” demikian Harjawan. |ET|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts