Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu Wujud Demokrasi Berkualitas

Singaraja, koranbuleleng.com | Keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen dalam Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi perwujudan demokrasi yang berkualitas. Keberadaan perempuan dalam pengambilan keputusan strategis melalui pemenangan kontestasi politik menandakan hak untuk memilih dan dipilih berjalan dengan baik di era kebebasan berdemokrasi.

Kondisi itu juga harus muncul dalam Pemilu 2024, yang pencoblosan dilakukan tanggal 14 Februari. Peran perempuan juga diharapkan mampu menjaga tahapan Pemilu berlangsung denga naman dan damai.

- Advertisement -

Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng mendorong kondisi itu melalui sosialisasi pendidikan politikyang mengundang sejumlah kaum perempuan untuk mewujudkan pemilu berkualitas dan penuh kasih di di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng Selasa 24 Oktober 2023.  

Sosialisasi pendidikan politik yang digelar oleh Badan Kesatuan bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng itu turut menghadirkan narasumber Luh Putu Sri Widyastini selaku Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Bali dan Ketut Ariani selaku Kordiv Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Provinsi Bali yang dibuka oleh Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono.  

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono mengatakan peran perempuan dalam pesta demokrasi merupakan upaya untuk menjunjung tinggi hak asasi perempuan dan menjalankan salah satu prinsip demokrasi yakni kesetaraan keadilan gender. Untuk itu, pendidikan politik bagi perempuan di seluruh indonesia sangat diperlukan untuk mendorong dan membangkitkan kesadaran politik perempuan sebagai warga negara Indonesia yang mempunyai hak dan kedudukan yang sama.

Perempuan perlu mendapatkan pencerahan politik sebagai proses pencerdasan bangsa, agar memahami tentang pentingnya kebijakan afirmasi 30% perempuan di legislatif dan pentingnya perempuan di posisi pengambilan keputusan.

- Advertisement -

“Tentu harapannya dengan diadakan sosialiasi ini, perempuan bisa ikut berpartisipasi aktif dalam mengawasi pemilu dengan saling bergandeng tangan guna melakukan pencegahan atau meminimalisir terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang mungkin saja bisa terjadi di dalam pemilu serentak tahun 2024,” sambung Kappa.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng senantiasa mendukung pelaksanaan seluruh tahapan pemilu 2024 dapat terselenggara dengan aman dan damai. Keberhasilan pemilu dapat diwujudkan dengan baik ketika semua pihak baik pemerintah, penyelenggara pemilu, aparat pengamanan, partai politik peserta pemilu tahun 2024, serta seluruh elemen masyarakat mampu membangun sinergi. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kestabilan politik dan menciptakan suasana kondusif, yang merupakan faktor penentu suksesnya penyelenggaraan pemilu di daerah, sebagai tanggung jawab yang harus dipikul dan diwujudkan bersama.

Kaban Kappa sangat berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, dapat dijadikan momentum dalam meningkatkan komitmen bersama untuk mengawal pelaksanaan pemilu 2024 yang bermartabat, sebagai sarana kedaulatan rakyat, sarana integrasi bangsa,  serta sarana untuk mensejahterakan masyarakat.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Bali, Ketut Ariyani terus mendorong partisipasi aktif dari perempuan untuk menyukseskan Pemilu. Hak untuk memilih dan dipilih harus dijalankan searah dan sejalan. Perempuan juga bisa mengawasi jalannya tahapan Pemilu 2024. Jikapun ada pelanggaran, perempuan harus mampu bersuara agar demokrasi berjalan dengan baik.(*)

Editor : I Putu Nova Anita Putra

 

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts