Singaraja, koranbuleleng.com | Musibah ledakan gas elpiji mengguncang Banjar Dinas Kauman, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Dua kakak beradik, Salman Al Farisyi, 37 tahun, dan Ainin Lutfiah, 32 tahun, harus dilarikan ke rumah sakit setelah tubuh mereka terkena kobaran api dari tabung gas 3 kilogram yang bocor.
Kejadian ini berlangsung pada Kamis, 4 September 2025 sore. Menurut keterangan Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, peristiwa bermula saat Ainin sedang memasak di dapur rumahnya. Tiba-tiba ia melihat percikan api muncul dari tabung gas.
“Ainin pun panik, dan bergegas memanggil kakaknya, Salman. Keduanya kemudian mencoba mematikan api kompor. Namun tiba-tiba tabung gas meledak dan mengenai keduanya,” jelas Yohana, Jumat, 5 September 2025.
Ledakan itu membuat Salman mengalami luka bakar di bagian kaki dan tangan. Sementara Ainin menderita luka bakar cukup parah di wajah serta kakinya.
“Keduanya saat ini masih dirawat di RS Shanti Graha Seririt. Petugas di Polsek Seririt juga tengah menyelidiki penyebab pasti ledakan gas elpiji tersebut,” tambah Yohana.
Selain menelan korban luka, ledakan juga menghanguskan sejumlah peralatan dapur. Kerugian materi akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp 1 juta.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

