Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali mendorong percepatan perbaikan fasilitas pendidikan melalui program revitalisasi sekolah tahun 2026. Sebanyak 80 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan kini masuk tahap verifikasi sebelum proyek fisik mulai digarap pemerintah pusat.
Puluhan sekolah tersebut tersebar pada tingkat PAUD, SD hingga SMP. Program ini diarahkan untuk menangani sekolah dengan kondisi bangunan yang dinilai cukup memprihatinkan, terutama ruang belajar yang sudah tidak layak digunakan siswa.
Kerusakan atap, ruang kelas lapuk, toilet tidak berfungsi hingga fasilitas penunjang pendidikan yang minim menjadi perhatian utama dalam program rehabilitasi tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata menjelaskan, sebelumnya Pemkab Buleleng mengusulkan lebih dari 100 sekolah agar mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Namun setelah melalui proses seleksi berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik), hanya 80 sekolah yang dinyatakan lolos tahap awal.
Menurutnya, sekolah penerima bantuan kini mulai mengikuti tahapan lanjutan berupa bimbingan teknis dari pemerintah pusat sebelum pekerjaan dimulai.
“Dua minggu terakhir jenjang SD sudah mengikuti bimtek. Minggu depan giliran PAUD, kemudian nanti disusul SMP,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.
Surya Bharata memaparkan, untuk jenjang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF), terdapat 35 lembaga yang masuk program revitalisasi. Bentuk pembangunan yang dilakukan cukup beragam, mulai dari pembangunan area bermain anak, ruang kelas baru, ruang UKS, toilet hingga rehabilitasi ruang administrasi.
Selain itu, bantuan juga menyasar pembangunan ruang perpustakaan SKB/TBM serta ruang praktik dan keterampilan bagi satuan pendidikan nonformal.
Sementara pada jenjang sekolah dasar, sebanyak 30 SD mendapat alokasi revitalisasi. Pekerjaan fisik mencakup pembangunan kantin sekolah, laboratorium, perpustakaan, ruang administrasi hingga ruang kelas baru.
Tak hanya pembangunan baru, pemerintah juga melakukan rehabilitasi terhadap sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan, seperti ruang kelas, laboratorium, ruang UKS, perpustakaan serta toilet sekolah.
Sedangkan untuk tingkat SMP, sebanyak 15 sekolah turut masuk dalam daftar penerima bantuan revitalisasi. Fokus pekerjaan meliputi pembangunan ruang administrasi, ruang kelas baru hingga rehabilitasi laboratorium dan fasilitas sanitasi sekolah.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menilai peningkatan jumlah sekolah penerima program revitalisasi menunjukkan adanya perhatian serius pemerintah pusat terhadap kondisi pendidikan di daerah.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah sekolah penerima bantuan mengalami kenaikan signifikan. Pada 2025 lalu, program serupa hanya menyasar 59 sekolah, sedangkan tahun ini bertambah menjadi 80 sekolah.
Menurut Sutjidra, revitalisasi sekolah menjadi kebutuhan mendesak karena masih banyak bangunan pendidikan yang mengalami kerusakan berat dan mengganggu kenyamanan siswa saat belajar.
“Ada sekolah yang atapnya bocor, pintunya rusak. Kalau hujan kehujanan, kalau angin terasa dingin. Itu yang menjadi prioritas untuk direhabilitasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembiayaan program revitalisasi bersumber dari APBN dan dijalankan melalui sinergi antara pemerintah pusat dengan Disdikpora Buleleng. Saat ini proses verifikasi teknis masih berlangsung untuk memastikan kebutuhan setiap sekolah sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Verifikasi sudah mulai berjalan. Kemungkinan seperti tahun lalu, bulan Juni sudah mulai pelaksanaan,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

