Menteri Agama Resmikan Institut Mpu Kuturan Singaraja

Singaraja, koranbuleleng.com | Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar dijadwalkan menghadiri peresmian Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja pada Sabtu, 20 September 2025. Kehadiran ini sekaligus menandai transformasi resmi dari Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2025.

Ketua Panitia Launching IMK, Wayan Supada, menyampaikan bahwa persiapan peresmian telah mencapai 70 persen pada Kamis, 18 September 2025. Ia menargetkan semua bisa dirampungkan sehari sebelum acara puncak.

- Advertisement -

“Pemasangan dekorasi, penataan lokasi, serta persiapan teknis panggung dan protokol tengah dikerjakan. Hari ini targetnya bisa diselesaikan hingga 90 persen. Sisanya akan dimatangkan menjelang hari H,” ujarnya Jumat siang.

Supada menambahkan, seluruh sivitas akademika IMK dilibatkan dalam prosesi penyambutan, mulai dari latihan kesenian, penyiapan penyambutan tamu undangan, hingga pengaturan acara utama. Ia menekankan, kehadiran Menteri Agama menjadi motivasi moral dan bentuk pengakuan atas kerja keras panitia.

Rektor IMK, I Gede Suwindia, menegaskan bahwa peresmian ini memiliki arti lebih dari sekadar perubahan nama lembaga pendidikan tinggi. Perubahan status menjadi institut akan memperkuat posisi IMK sebagai pusat pendidikan tinggi Hindu di Bali Utara.

Kesempatan lebih luas terbuka untuk pengembangan program studi baru, peningkatan kapasitas riset, serta perluasan jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional.

- Advertisement -

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi sivitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat Buleleng yang selama ini mendukung perkembangan kampus,” katanya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Nengah Duija, memastikan komunikasi intensif terus dilakukan dengan protokoler Menteri Agama terkait kehadiran dalam peresmian tersebut.

“Astungkara Beliau (Menag, Red) hadir. Ini momen yang kita tunggu, agar seluruh proses yang mentransformasi dari sekolah tinggi menjadi institute selesai secara hukum, sosiologis dan faktual sebagai pengakuan terhadap umat Hindu oleh pemerintah,” ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Bali Utara untuk berpartisipasi mendukung kelancaran rangkaian acara. “Kalau melihat persiapan secara material sudah cukup, yang penting, peresmian bisa berjalan secara lancar, yang penting peresmian bisa berjalan lancar dan sesuaikan,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru