Singaraja, koranbuleleng.com| Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan kesiapan menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan membangun tiga posko pengamanan, termasuk satu posko khusus penanganan bencana. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan, kenyamanan, serta ketertiban warga dan wisatawan yang diperkirakan meningkat di wilayah Buleleng.
Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa pengamanan Nataru menjadi prioritas utama sejalan dengan instruksi pemerintah pusat. Dua posko pengamanan ditempatkan pada kawasan yang secara rutin mengalami lonjakan aktivitas publik saat libur akhir tahun, yakni Taman Kota Singaraja dan Kawasan Wisata Lovina.
Sementara itu, posko bencana dibuka di Terminal Sangket sebagai pusat koordinasi mitigasi dan respons cepat jika terjadi situasi darurat. “Kita sekarang berkoordinasi dengan lintas sektor. Yang utama itu pengamanan Nataru agar berjalan aman, nyaman, tertib, dan penuh sukacita bagi masyarakat Indonesia,” terang Sutjidra, usai rapat koordinasi lintas sektor bersama Forkopimda dan instansi terkait di Kantor Bupati Buleleng, Kamis, 11 Desember 2025.
Bupati Sutjidra menjelaskan bahwa ketiga posko tersebut akan dijaga oleh petugas gabungan, melibatkan TNI–Polri, BPBD, Dinas PU, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, hingga tenaga kesehatan. Operasional posko dijadwalkan dimulai pada 20 Desember 2025 sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan kondisi cuaca ekstrem. “Semua kita siapkan agar penanganan di lapangan lebih cepat dan terkoordinasi,” kata dia.
Sutjidra menambahkan bahwa BPBD Buleleng diminta terus memperbarui data dari BMKG terkait prakiraan cuaca dan potensi bencana. Pemangkasan pohon rawan tumbang kembali digencarkan, merespons adanya hujan dan angin kencang yang beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah wilayah Buleleng.
“Ini penting untuk mengantisipasi daerah rawan. Pohon-pohon besar yang sudah rapuh harus ditangani agar tidak membahayakan masyarakat pengguna jalan,” tegasnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

