Singaraja, koranbuleleng.com | Arus kunjungan kapal pesiar internasional ke Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, mulai mendapat pengawasan lebih ketat. Otoritas pelabuhan kini meningkatkan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran hantavirus yang belakangan menjadi perhatian global.
Peningkatan pengawasan dilakukan karena Pelabuhan Celukan Bawang menjadi salah satu titik persinggahan rutin kapal pesiar asing yang membawa ribuan wisatawan mancanegara beserta awak kapal ke wilayah Bali Utara.
Manajemen pelabuhan menilai langkah pencegahan perlu diperkuat sejak dini demi menjaga keamanan kawasan pelabuhan sekaligus melindungi masyarakat sekitar dari potensi penularan penyakit.
General Manager Pelindo Celukan Bawang, Mochammad Imron menyebut pengendalian hama menjadi salah satu fokus utama yang kini dijalankan secara berkala di area pelabuhan.
” Kami juga berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan,” ujarnya, Senin, 18 Mai 2026.
Selain pengendalian tikus dan sanitasi lingkungan, setiap kapal pesiar yang bersandar juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.
Pengawasan tersebut mencakup kondisi kesehatan penumpang maupun awak kapal sebelum mereka melakukan aktivitas di wilayah pelabuhan dan destinasi wisata sekitar Buleleng.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada penumpang maupun kru kapal pesiar setiap kapal sandar di Pelabuhan Celukan Bawang,” kata dia.
Tak hanya itu, pihak pelabuhan juga mulai mempertimbangkan penambahan fasilitas pendukung pemeriksaan kesehatan guna memperkuat sistem deteksi dini penyakit menular.
Salah satu opsi yang tengah dikaji ialah pemasangan thermal scanner untuk memantau suhu tubuh penumpang dan kru kapal secara lebih cepat dan efisien.
Menurut Imron, pengawasan kesehatan idealnya dilakukan sejak kapal pertama kali memasuki wilayah Indonesia, terutama di pelabuhan utama yang menjadi titik awal kedatangan kapal pesiar internasional seperti di Denpasar.
“Sehingga pada kunjungan ke pelabuhan berikutnya dapat dipastikan dalam kondisi aman,” ucapnya.
Data Pelindo Celukan Bawang menunjukkan aktivitas kapal pesiar di Bali Utara sepanjang awal 2026 cukup tinggi. Dalam periode Januari hingga April 2026 saja, tercatat sudah ada 10 kapal pesiar internasional yang bersandar di pelabuhan tersebut.
Ribuan wisatawan asing turut masuk melalui jalur laut itu. Total sebanyak 11.198 penumpang dan 6.183 awak kapal tercatat datang ke Pelabuhan Celukan Bawang selama empat bulan pertama tahun ini.
Sementara itu, sepanjang 2026, otoritas pelabuhan mencatat sedikitnya terdapat 19 agenda kunjungan kapal pesiar internasional yang dijadwalkan singgah di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

