Disdikpora Buleleng Arahkan Sekolah Terapkan Daring Saat Cuaca Ekstrem Demi Keselamatan Siswa

Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng mengarahkan sekolah melakukan pembelajaran daring saat cuaca ekstrem melanda wilayah Buleleng. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah mitigasi untuk melindungi keselamatan siswa dan tenaga pendidik dari potensi bencana alam.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyampaikan bahwa arahan tersebut telah diteruskan kepada seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan serta kepala sekolah di tingkat SD hingga SMP. Skema pembelajaran daring tidak hanya diterapkan di kawasan rawan bencana, tetapi juga menyasar sekolah-sekolah di wilayah perkotaan.

- Advertisement -

Langkah antisipatif ini diambil menyusul meningkatnya risiko bencana selama cuaca ekstrem, seperti tanah longsor dan banjir, yang dapat mengancam keselamatan aktivitas belajar mengajar. Di kawasan perbukitan Buleleng, kondisi diperparah dengan kabut tebal yang kerap mengganggu akses dan jarak pandang.

“Sudah kami arahkan melalui WA. Pembelajaran daring dapat dilakukan saat cuaca ekstrem terjadi. Di masing-masing wilayah itu kan beda-beda kondisinya, begitu ada kondisi yang tidak memungkinkan untuk luring, bisa lakukan secara daring atau mandiri,” ujarnya, Rabu, 14 Januari 2026.

Surya Bharata juga mengungkapkan, hingga saat ini Disdikpora Buleleng menerima laporan enam sekolah yang terdampak cuaca ekstrem dengan tingkat kerusakan berbeda. Kerusakan ringan tercatat di SD Negeri 4 Sangsit, SD Negeri 3 Gitgit, dan SD Negeri 5 Tejakula.

Sementara itu, kerusakan berat dilaporkan menimpa SMP Negeri 2 Kubutambahan dengan estimasi kerugian mencapai Rp 36 juta, SMP Negeri 3 Seririt dengan nilai kerusakan sekitar Rp 300 juta, serta SMP Negeri 3 Banjar dengan kerugian sebesar Rp 10 juta.

- Advertisement -

Disdikpora Buleleng selanjutnya akan mengajukan usulan perbaikan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Perbaikan diharapkan dapat dianggarkan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT).(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru