Lovina Festival 2026 Tambah Durasi, Buleleng Bidik 25 Ribu Pengunjung

Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng memperpanjang pelaksanaan Lovina Festival 2026 menjadi lima hari untuk mengejar peningkatan kunjungan wisatawan. Festival yang digelar pada 24-28 Juli 2026 itu ditargetkan mampu menarik 25 ribu pengunjung, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Pemasaran Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Buleleng, Gede Angga Prasaja mengatakan, penambahan durasi festival menjadi strategi untuk mendorong wisatawan menghabiskan waktu lebih lama di kawasan Lovina.Sebelumnya, Lovina Festival hanya berlangsung selama empat hari. Tahun ini, waktu pelaksanaan ditambah satu hari dengan harapan memberikan ruang lebih besar bagi wisatawan menikmati berbagai agenda yang disiapkan.

- Advertisement -

“Kalau tahun lalu empat hari, sekarang menjadi lima hari agar wisatawan bisa lebih lama tinggal di Lovina,” ujarnya saat ditemui Jumat, 17 Juli 2026.

Angga menjelaskan, Lovina Festival 2026 mengusung tema “Theater of Dolphin” yang mengambil inspirasi dari ikon utama kawasan Lovina, yakni lumba-lumba. Namun, festival ini tidak hanya menampilkan potensi wisata bahari, tetapi juga memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Buleleng.

Menurutnya, wisatawan juga akan dikenalkan dengan panorama persawahan, keindahan matahari terbit dan terbenam, serta berbagai seni budaya khas Buleleng. Rangkaian kegiatan festival akan dibagi dalam dua segmen.

Pada 24-26 Juli 2026, kegiatan dipusatkan di kawasan Tasik Madu atau Titik Nol Lovina dengan sasaran utama wisatawan mancanegara. Di lokasi tersebut, Disbudpar menyiapkan sejumlah pertunjukan seperti tari nelayan massal yang melibatkan 150 penari, pementasan barong, hingga pertunjukan musik saat matahari terbenam.

- Advertisement -

“Di titik nol Lovina itu, yang di pentaskan adalah konten-konten yang menarik minat wisatawan asing,” kata Angga.

Sementara pada 26-28 Juli 2026, kegiatan akan bergeser ke Pantai Binaria dengan menyasar wisatawan domestik dan masyarakat lokal. Berbagai kegiatan seperti pertunjukan bondres, bazar UMKM, kuliner, serta produk kriya akan menjadi bagian dari rangkaian acara.

Selain pertunjukan utama, Lovina Festival juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung, mulai dari lari lintas alam, lomba perahu layar mini, lomba sapi gerumbungan, sunset yoga, hingga workshop bedah buku tentang Pandji Tisna.

Disbudpar Buleleng memperkirakan jumlah pengunjung tahun ini mencapai 25 ribu orang atau rata-rata 5.000 orang setiap hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 20 ribu pengunjung.

Untuk memastikan jumlah kunjungan lebih terukur, panitia akan menggunakan sistem barcode di sejumlah pintu masuk dan titik festival. Sistem tersebut tidak hanya mencatat jumlah pengunjung, tetapi juga memberi ruang bagi wisatawan menyampaikan kesan maupun masukan sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan berikutnya.(*)

Pewarta: Kadek YogaSariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru