Singaraja, koranbuleleng.com| Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng terus menggencarkan penyaluran air bersih bagi warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Seririt dan Banjar. Krisis air bersih yang melanda dua desa tersebut masih berlangsung sejak awal Maret 2026, menyusul rusaknya infrastruktur pascabanjir.
Fokus distribusi saat ini menyasar Desa Mayong di Kecamatan Seririt dan Desa Tirtasari di Kecamatan Banjar. Setiap hari, BPBD mengalirkan hingga 15.000 liter air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan bahwa volume distribusi air disesuaikan dengan tingkat kebutuhan di masing-masing desa.
“Untuk di Desa Tirtasari volume pendistribusian air bersih 5.000 liter sampai dengan 10.000 liter. Untuk di Desa Mayong volume pendistribusian air bersih 5.000 liter,” ujar Suyasa, Senin, 23 Maret 2026.
Di Desa Mayong, krisis air bersih berdampak luas terhadap ribuan kepala keluarga. Data BPBD mencatat sebanyak 1.556 KK mengalami kesulitan air bersih akibat kerusakan jaringan distribusi utama.
Kerusakan tersebut dipicu oleh derasnya arus banjir yang menghanyutkan pipa induk milik desa, sehingga suplai air bersih terputus total sejak kejadian.
“Untuk yang di Desa Mayong dampak kejadian Banjir. Pipa saluran air bersih Desa Mayong hanyut, berdampak kepada 1.556 KK kekurangan air bersih,” ucapnya.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar. Banjir yang melanda wilayah ini menyebabkan terganggunya akses air bersih warga, sehingga pemerintah desa mengajukan permohonan bantuan distribusi air.
Permohonan tersebut telah ditindaklanjuti BPBD dengan menggelar penyaluran air bersih selama 15 hari, terhitung sejak 9 Maret 2026. “Dari surat permohonan Desa Tirtasari, mulai 9 Maret 2026. Untuk pelaksanan distribusi air bersih selama 15 hari,” kata Suyasa.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

