Perbakin dan Polres Buleleng Bina Atlet Muda Lewat Kejuaraan Menembak

Singaraja, koranbuleleng.com | Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Buleleng bersama Polres Buleleng menggelar Kejuaraan Menembak Bhayangkara ke-80 di Matrix Shooting Range Singaraja. Ajang yang berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 23 Juni 2026 itu menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus upaya menjaring bibit-bibit petembak potensial yang dapat mengharumkan nama Buleleng di tingkat yang lebih tinggi.

Kejuaraan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan menghadirkan berbagai nomor pertandingan yang melibatkan atlet senior, junior, pelajar hingga masyarakat umum. Total sebanyak 22 nomor pertandingan diperebutkan dalam kompetisi tersebut.

- Advertisement -

Berbagai kategori yang dipertandingkan meliputi Center Fire 20 Meter Umum, IPSC Divisi Standard dan Production, IPSC Divisi Open dan PDO, Non-IPSC, ARHP Putra dan Putri tingkat SD, Air Pistol Junior dan Senior Putra-Putri, ARM Junior dan Senior Putra-Putri, Rapid Fire 25 Meter, Sport Woman Pistol, 50 Meter Free Pistol, hingga Three Position Putra dan Putri.

Ketua Panitia Kejuaraan Menembak Bhayangkara ke-80, Made Sundayana, menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang tidak hanya sebagai arena persaingan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan atlet yang menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Kejuaraan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga menghadirkan suasana kompetisi yang penuh semangat, sportivitas, dan kebersamaan. Kami berharap kegiatan ini mampu menggali serta melahirkan bibit-bibit petembak potensial dari Buleleng,” ujarnya, Sabtu, 20 Juni 2026.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kejuaraan tersebut juga dipandang sebagai instrumen strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui olahraga yang menuntut kedisiplinan tinggi serta kepatuhan terhadap aturan.

- Advertisement -

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menilai olahraga menembak memiliki nilai edukatif yang kuat dalam membentuk karakter atlet.

Menurutnya, kemampuan seorang petembak tidak hanya diukur dari ketepatan mengenai sasaran, tetapi juga dari kemampuan mengendalikan diri saat menghadapi tekanan dalam pertandingan.

“Menembak adalah seni mengendalikan diri. Dibutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi, kemampuan menjaga pikiran tetap jernih di bawah tekanan, ketenangan dalam mengontrol emosi dan detak jantung, serta disiplin untuk selalu mematuhi aturan keselamatan maupun peraturan pertandingan,” kata dia.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa olahraga menembak memiliki keterkaitan erat dengan budaya disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi. Aspek keselamatan menjadi prinsip utama yang wajib dipatuhi setiap peserta dalam setiap tahapan kompetisi.

Sementara itu, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak semata-mata berorientasi pada perolehan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi sarana mengasah kemampuan teknis dan mental atlet agar siap menghadapi level persaingan yang lebih tinggi.

Kejuaraan Bhayangkara tahun ini juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas dengan melibatkan atlet berpengalaman, pelajar, hingga masyarakat umum yang memiliki minat terhadap olahraga menembak. Pola pembinaan tersebut dinilai penting untuk memperkuat regenerasi atlet sekaligus memperbesar peluang menemukan talenta-talenta baru sejak usia dini.

“Kejuaraan ini merupakan wujud sinergitas TNI-Polri, Perbakin, dan masyarakat. Selain menjadi ajang menunjukkan kemampuan di cabang olahraga menembak, kegiatan ini juga menjadi sarana mengasah keterampilan para petembak Buleleng agar semakin kompetitif,” ucapnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru