Dua Bocah di Buleleng Ditemukan Tewas di Tambak, Diduga Tenggelam Saat Mencari Ikan

Singaraja, koranbuleleng.com | Dua bocah asal Banjar Dinas Kerta Kawat, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng ditemukan meninggal dunia di tambak milik warga pada Jumat, 3 Juli 2026 siang sekitar pukul 12.00 Wita. Polisi menduga keduanya terjatuh saat mencari ikan di sekitar lokasi.

Dua bocah laki-laki itu diketahui bernama Muhammad DF (7) dan Muhammad FA (6). Keduanya ditemukan dalam kondisi mengambang setelah sebelumnya dicari oleh keluarga karena tidak kunjung pulang.

- Advertisement -

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan pencarian bermula ketika ayah korban Abdul Aziz mendatangi rumah Mujiat untuk menanyakan keberadaan Muhammad DF. Namun, keluarga mengaku tidak mengetahui keberadaan bocah tersebut.

“Keduanya kemudian berinisiatif mencari ke area tambak benih bandeng milik warga sekitar yang berada tidak jauh dari rumah korban. Di lokasi inilah mereka mendapati jasad kedua korban dalam keadaan mengambang,” ujarnya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Mengetahui hal itu, Abdul bersama Mujiat langsung mengevakuasi kedua korban dari tambak dan membawanya ke Puskesmas Gerokgak I. Namun, tim medis menyatakan keduanya telah meninggal dunia.

Polsek Gerokgak yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kedua korban terjatuh ke dalam bak rotifer saat mencari ikan-ikan kecil di sekitar tambak.

- Advertisement -

“Bak rotifer tempat kejadian memiliki ukuran sekitar 4 x 2 meter dengan kedalaman 2 meter dan tinggi air sekitar 1,5 meter,” ucapnya.

Yohana menambahkan, keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Kedua jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka dan dimakamkan usai salat Ashar.

Pihak kepolisian mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di sekitar tambak, saluran irigasi, sungai, kolam, maupun lokasi lain yang berisiko membahayakan.

“Pemilik tambak dan lahan budidaya juga diharapkan memasang pagar, penutup, atau tanda peringatan pada bak-bak penampungan air guna mencegah kejadian serupa terulang,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru