Singaraja, koranbuleleng.com | Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng mulai memperbarui data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan jumlah siswa baru sekaligus memastikan distribusi makanan tetap tepat sasaran di seluruh satuan pendidikan di Buleleng.
Koordinator Wilayah BGN Buleleng, Rusdianto, menyampaikan bahwa proses pendataan dilakukan oleh masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan berkoordinasi langsung bersama pihak sekolah sebagai sumber data utama di lapangan.
Ia menegaskan, dinamika jumlah peserta didik menjadi tantangan utama dalam pembaruan data, terutama karena proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) masih berlangsung di sejumlah sekolah, khususnya sekolah swasta.
“Sekolah negeri sudah selesai PPDB, tetapi sekolah swasta masih berjalan. Ini membuat data siswa, khususnya kelas I SD, kelas VII SMP, dan kelas X SMA masih terus berubah,” ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan data penerima manfaat MBG masih bersifat fluktuatif dan harus terus diperbarui agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara jumlah paket makanan yang disiapkan dengan jumlah siswa di masing-masing sekolah.
Rusdianto menjelaskan, meskipun tahun ajaran baru dijadwalkan dimulai pada 13 Juli mendatang, proses validasi data tetap dilakukan secara intensif untuk memastikan akurasi distribusi di tingkat SPPG.
Ia menekankan bahwa sekolah memiliki peran sentral sebagai basis data utama penerima program MBG. Setiap perubahan jumlah siswa diminta segera dilaporkan agar tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan distribusi makanan bergizi.
“Kami harus pastikan data benar-benar riil. Karena itu koordinasi dengan sekolah terus dilakukan. Berapa siswa yang menerima, itu yang menjadi dasar distribusi di SPPG,” tegasnya.
Terkait adanya isu kemungkinan pengurangan penerima di jenjang SMA, Rusdianto menyebut hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat. Seluruh siswa SMA masih tetap tercatat sebagai calon penerima manfaat MBG.
“Belum ada keputusan resmi. Yang ada masih pembahasan soal penyesuaian sasaran, termasuk kemungkinan berbasis kategori tertentu seperti desil. Namun secara teknis, SMA masih tetap didata,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila nantinya terdapat kebijakan baru dari pemerintah pusat, maka penyesuaian hanya akan dilakukan pada jenjang SMA/SMK. Sementara untuk SD dan SMP, pelaksanaan program MBG masih berjalan secara menyeluruh sesuai data masing-masing sekolah.
“Untuk SD dan SMP tetap berjalan seperti biasa. Kalau ada perubahan kebijakan dari pusat, baru akan dilakukan penyesuaian,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

