Buleleng Pilih Coffee Shop untuk Rayakan Tumpek Klurut, 700 Cup Hidangan Gratis Koster Ludes

Singaraja,koranbuleleng.com| Buleleng mengemas perayaan Hari Kasih Sayang Bali atau Tumpek Klurut dengan cara berbeda. Jika sejumlah daerah membagikan hidangan berupa babi guling, di Buleleng program hidangan gratis dari Gubernur Bali Wayan Koster dipusatkan di coffee shop agar generasi muda lebih lama berkumpul dan memahami makna Tumpek Klurut.

Program tersebut digelar di Bichito Cafe dan De Kakiang, Singaraja, Sabtu, 1 Juli 2026. Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Di Bichito Cafe saja, sekitar 700 cup minuman beserta camilan habis dibagikan sepanjang hari.

- Advertisement -

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan konsep coffee shop sengaja dipilih untuk menciptakan ruang interaksi, bukan sekadar membagikan makanan gratis.

“Kalau babi guling kan selesai makan langsung pulang atau dibungkus. Tidak ada interaksinya. Makanya di Buleleng kami memilih coffee shop, sehingga masyarakat lebih lama berinteraksi dan memahami makna Tumpek Klurut,” kata Supriatna.

Menurutnya, Tumpek Klurut merupakan Hari Kasih Sayang Bali yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.

“Kita ingin mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa umat Hindu di Bali juga memiliki Hari Kasih Sayang, yaitu Tumpek Klurut. Nilai-nilai budaya ini harus terus kita aktualisasikan,” kata dia.

- Advertisement -

Sementara itu, pemilik Bichito Cafe, Wayan Sudira, menyebut program tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan UMKM kepada masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, sekitar 700 cup minuman berhasil disajikan.

“Kurang lebih dalam satu hari ini sekitar 700 cup. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi kami, sehingga masyarakat semakin mengenal keberadaan UMKM,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung, Pande Putu Sari Surayin (15), mengaku baru mengetahui Tumpek Klurut memiliki makna sebagai Hari Kasih Sayang Bali setelah mengikuti kegiatan tersebut. Selama ini, ia lebih mengenal Valentine’s Day sebagai hari kasih sayang.

Melalui konsep yang menyasar coffee shop, Pemkab Buleleng berharap perayaan Tumpek Klurut tidak hanya menjadi tradisi seremonial, tetapi juga mampu mendekatkan nilai budaya Bali dengan kehidupan generasi muda.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru