Singaraja, koranbuleleng.com | Persiapan atletik Buleleng menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 membutuhkan dukungan fasilitas latihan yang memadai dan perhatian terhadap kesejahteraan atlet. Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Buleleng menilai kedua aspek tersebut penting untuk menunjang pembinaan dan menjaga motivasi atlet dalam mengejar prestasi.
Ketua Umum PASI Buleleng, Kadek Setiawan mengatakan, penjaringan atlet melalui Kejuaraan Atletik Buleleng Open 2026 menjadi salah satu langkah awal menyiapkan atlet yang akan mewakili Buleleng. Namun, proses pembinaan perlu ditunjang sarana dan prasarana yang lebih representatif.
Menurut Setiawan, pembinaan atlet tidak cukup hanya berorientasi pada perolehan medali. Dukungan terhadap kebutuhan dan kesejahteraan atlet juga perlu diperhatikan agar mereka dapat berkembang serta mempertahankan prestasi.
PASI Buleleng berencana menyampaikan sejumlah kebutuhan tersebut kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov Bali 2027, ketika Buleleng dijadwalkan menjadi tuan rumah.
“Kita berencana menyampaikan sejumlah kebutuhan tersebut kepada KONI untuk mendukung persiapan Buleleng sebagai tuan rumah Porprov 2027,” kata Setiawan.
Di sisi lain, PASI Buleleng mulai menjaring atlet melalui Kejuaraan Atletik Buleleng Open 2026. Kejuaraan ini diikuti 997 atlet yang terdaftar, ditambah atlet binaan PASI Buleleng yang turut berlaga sehingga total peserta mencapai sekitar 1.000 orang.
Ketua Harian PASI Buleleng, Wayan Arsana mengatakan, kejuaraan tersebut menjadi sarana untuk melihat potensi atlet dari berbagai kelompok usia. Kompetisi mempertandingkan kategori SD, SMP, SMA, dan umum, serta Buleleng Open kelompok umur 14 dan 16 tahun tingkat Bali.
“Untuk kategori SMA dan umum, kami memperpanjang kegiatan ini sebagai bagian dari Pra-Porprov. Kami ingin mempersiapkan atlet sedini mungkin,” ujarnya.
Untuk memperluas kesempatan bertanding bagi atlet lokal, PASI Buleleng juga menerapkan pembatasan pada kategori SD dan SMP. Atlet yang pernah menjuarai Pornas, Porsenijar, atau kejuaraan setingkat di atasnya tidak diperbolehkan mengikuti kategori lokal.
Atlet yang telah memiliki prestasi diarahkan mengikuti kategori Buleleng Open kelompok umur 14 dan 16 tahun tingkat Bali. Sejumlah kabupaten/kota turut berpartisipasi, di antaranya Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, dan Gianyar.
“Open nnti akan diikuti sejumlah Kabupaten/Kota. Ini akan menjadi bahan evaluasi kedepan menjelang Porprov Bali 2027,” ucapnya.
Setiawan mengatakan, pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang. Penjaringan dimulai dari tingkat SD, termasuk untuk persiapan Porsenijar, kemudian dilanjutkan ke kelompok SMP, SMA, hingga umum.
Melalui pola tersebut, PASI Buleleng berupaya menemukan atlet potensial sejak dini untuk dipersiapkan memperkuat kontingen Buleleng pada Porprov Bali 2027.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

