Metode Pertanian Hazton Berhasil Dikembangkan di Subak Sambangan

Singaraja, koranbuleleng.com| Dinas Pertanian Buleleng, berhasil mengembangkan pertanian dengan metode Hazton di Subak Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Metode itu pun disebut efektif untuk meningkat pertanian di Buleleng.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta mengatakan, tahap awal penanaman metode ini telah dilakukan sejak 3 bulan lalu. Selain di subak Sambangan, metode tersebut juga dikembangkan di subak lain beberapa kecamatan.

- Advertisement -

Sumiarta mengklaim, dengan metode ini mampu meningkatkan hasil pertanian di Buleleng. Dimana selama ini produksi gabah oleh petani hanya stagnan di 5 ton per hektarnya. Dengan metode itu, disebut bisa meningkatkan produksi gabah di petani hingga 50 persen.

“Hasil pada 5 tahun belakangan stagnan, hanya 5 ton per hektarnya. Dengan metode Hazton hasilnya mencapai 9-10 ton per hektarnya. Peningkatan hampir 50 persen. Petani mendapat angin segar produksi bisa meningkat signifikan,” ujarnya usai melakukan panen padi di Subak Sambangan, Rabu, 5 Juni 2024.

Kata Sumiarta, metode Hazton ini pun masa panennya lebih cepat dibanding dengan metode penanaman yang lainnya. Metode tersebut, merupakan tata cara mengubah cara pertanian dengan sebelumnya. Dimana metode itu, menambah pola tanaman dari yang sebelumnya dengan menggunakan benih yang cukup banyak. Metode itu pun bisa dilakukan dimana saja, tidak mementingkan kuntur tanah.

Namun dengan metode ini, pemakaian pupuk akan lebih banyak sehingga biaya yang digunakan. Meski demikian dengan hasil yang didapat akan sesuai dengan modal yang dikeluarkan. “Hazton benih banyak otomatis pupuk banyak, disini coba tidak pakai banyak pupuk. Biasanya kalau yang konvensional pakai 20-30 kilogram, Hazton bisa 80-100 kilogram. Tapi hasilnya meningkat dari 10 ton menjadi 15 ton. Metode ini juga dilakukan di Kecamatan Sawan 20 are, Seririt 20 are, dan di Kecamatan Busungbiu dan Gerokgak,” kata dia.

- Advertisement -

Sementara, Kelian Subak Sambangan Putu Wenten mengatakan, dengan hasil yang didapat pihaknya akan kembali melakukan metode tersebut di lahan lainnya. Dimana di Subak Sambangan total ada sebanyak 57,38 hektar, dengan total anggota 127 orang.

“Ini baru pertama kali. Setelah ini akan lakukan ke bawah agar petani saya mau menanam metode Hazton. Hasilnya mencapai 3-5 ton konvensional. harga gabah tergantung pembeli di lapangan sebagian dijual di lapangan Rp 5,500 per kilo. Ada pembeli yang datang kesini,” kata dia.(*)

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru