Siswa SDN 1 Sumberkima Belajar Lesehan di Perpustakaan akibat Atap Kelas Jebol Sembilan Bulan

Singaraja,koranbuleleng.com| Sembilan bulan tanpa kelas yang layak, ratusan siswa SDN 1 Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, kini menjalani pembelajaran dalam kondisi yang jauh dari ideal dengan cara lesehan di ruang perpustakaan.

Kerusakan parah yang menimpa atap ruang kelas memaksa pihak sekolah untuk berinovasi agar kegiatan belajar tetap berjalan. Namun, solusi darurat ini tak mampu menutupi kenyataan bahwa bangunan sekolah sudah lama tak layak pakai.

- Advertisement -

Plt Kepala Sekolah SDN 1 Sumberkima, Putu Eriawati, mengungkapkan bahwa kerusakan tak hanya terjadi pada satu atau dua kelas.
“Kerusakan yang parah sekali 9 bulan terakhir yang jebol-jebol. Kalau hujan tidak bisa belajar, air masuk bocor,” ujarnya, Jumat, 4 April 2025.

Total 11 ruang kelas dan satu ruang perpustakaan mengalami kerusakan. Ketika hujan turun, genangan air masuk melalui plafon yang jebol, menjadikan sebagian ruangan tak bisa dipakai sama sekali. Dari 326 siswa yang terdampak, sebagian besar adalah siswa hasil regrouping dari SDN 2 Sumberkima—bangunan lama yang bahkan tak memiliki jendela.

Visualisasi Infografis: Kondisi SDN 1 Sumberkima

🟦 Jumlah siswa terdampak: 326 orang
🟧 Ruang kelas rusak: 11
🟨 Kerusakan utama: Atap jebol, plafon bocor, dinding retak
🟥 Solusi darurat: Pembelajaran paralel di ruang perpustakaan
🟩 Asal siswa: Termasuk dari SDN 2 Sumberkima (hasil regrouping)

Ruang kepala sekolah mau jebol temboknya. Kita utamakan ruang kelas dulu. Untuk bangunan SD 2 merupakan bangunan tua, bahkan tidak berjendela. Kita sudah input sarpras di dapodik,” tambah Putu Eriawati.

- Advertisement -

Kondisi ini memantik perhatian Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya. Ia meninjau langsung kondisi sekolah dan menyimpulkan bahwa tingkat kerusakan telah mencapai 60 persen. Sorotannya tertuju pada mutu bangunan yang tidak sesuai harapan.

“Itu pengawasan kurang bagus, kualitas pekerjaan cepat sekali rusak. Kalau dilihat dari kerangka itu baja genteng yang tebal, tidak cocok cepat rusak, ini ada pengurangan spek yang saya lihat,” tegasnya.

Ngurah Arya juga mengkritisi kebijakan pemerintah sebelumnya yang dianggap kurang memberi perhatian serius pada sektor infrastruktur pendidikan.
“Kami akan terus mendorong pemerintah yang baru agar benar-benar fokus memperbaiki infrastruktur sekolah, baik di SD maupun SMP,” ujarnya.

Meski anggaran pendidikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) Buleleng hanya sebesar Rp 25 miliar, Ngurah Arya mendorong efisiensi dan sinergi dengan sektor lain, termasuk pariwisata, untuk mengatasi kekurangan anggaran.

“Memang anggaran yang ada terbatas, tetapi dengan efisiensi anggaran dan dukungan dari pajak pariwisata, kita berharap anggaran tersebut bisa dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur pendidikan yang sangat dibutuhkan,” ucapnya.(*)

Pewarta : Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru