Singaraja, koranbuleleng.com| Komisi II DPRD Buleleng mendorong Pemerintah Kabupaten Buleleng melakukan pemerataan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di seluruh kecamatan. Pasalnya, masih banyak desa di wilayah pelosok yang belum mendapatkan penerangan memadai, sehingga membahayakan aktivitas warga di malam hari.
Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pemerataan pemasangan lampu jalan kepada Pemkab Buleleng. Menurutnya, penerangan jalan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, terutama untuk menunjang keselamatan perjalanan.
“Jadi masalah lampu penerangan jalan, agar berkeadilan di semua kecamatan. Karena semua kecamatan itu memerlukan penerangan yang komprehensif. Karena masih ada banyak yang gelap terutama ke pelosok-pelosok desa,” ujarnya, Rabu, 6 Agustus 2025.
Masdana menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemkab Buleleng yang mulai menerapkan meterisasi PJU. Kebijakan ini dinilai mampu memangkas anggaran belanja daerah untuk penerangan jalan hingga 70 persen. Namun, ia menegaskan masih dibutuhkan dana yang cukup besar untuk menuntaskan proses ini.
“Sekarang masih perlu 64 miliar untuk menuntaskan meterisasi PJU ini. Tahun ini kita baru anggarkan 1,4 miliar. Semoga kedepan PAD kita terus meningkat, untuk menuntaskan meterisasi PJU ini,” ucapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, memaparkan bahwa dari total lebih dari 16 ribu PJU di Buleleng, sekitar 9 ribu unit telah termeterisasi. Menariknya, biaya listrik untuk 9 ribu PJU berkwh jauh lebih rendah dibanding 6 ribu PJU non-kwh yang tersisa.
“Jumlah lampu 16 ribu lebih. Yang berkwh 9 ribu lebih. Yang belum 6 ribu lebih, tetapi dalam pembayaran 9 ribu yang berkwh pembayarannya 450 juta lebih. Non kwh lebih sedikit, namun pembayaran lebih banyak, 900 juta lebih perbulan,” terangnya.
Gunawan menambahkan, penghematan anggaran dari meterisasi akan digunakan untuk penambahan dan perbaikan PJU di sejumlah ruas jalan. Tahun ini, Dishub Buleleng menjadwalkan pemasangan lampu baru di 92 titik serta perbaikan di 150 titik.
Perbaikan juga dilakukan pada ruas jalan yang akan dilalui peserta Gerak Jalan 45 Kilometer dewasa putra, termasuk penghidupan 93 titik lampu mati di jalur timur. “Kita siap melaksanakan penghidupan lampu gerak jalan dari timur ada 93 mati bisa kita atensi. Kemudian ada pula beberapa perbaikan. Kita rencanakan, dari sisa itu kita dapat membuat lampu baru di Desa Wanagiri, Pemuteran, Tajun, Pancasari dan beberapa ruas jalan,” ucapnya.
Ia menargetkan, seluruh PJU non-kwh dapat termeterisasi pada tahun 2031 dengan anggaran Rp64 miliar yang dialokasikan bertahap setiap tahun. “Kalau untuk yang belum termeterisasi, estimasi dengn PLN membutuhkan dana 64 miliar. Akan dianggarkan bertahap pertahun. Estimasi kami sampai tahun 2031 itu tuntas yang non kwh,” kata dia.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

