Singaraja, koranbuleleng.com| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng resmi memperpanjang masa pendaftaran lelang jabatan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) hingga Selasa, 12 Agustus 2025. Kebijakan ini diambil setelah pada pembukaan awal hanya dua pelamar yang mendaftar, seluruhnya berasal dari internal Disdikpora.
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa, mengungkapkan bahwa proses lelang sejatinya dimulai sejak 22 Juli 2025. Namun, jumlah pendaftar tidak memenuhi ketentuan minimal empat orang untuk seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama.
“Karena ini seleksi terbuka, maka ASN dari kabupaten lain bahkan provinsi lain juga bisa melamar,” ujarnya, Rabu, 6 Agustus 2025.
Adapun selama tiga tahun terakhir terdapat 14 jabatan pimpinan pratama di Pemkab Buleng kosong, termasuk dua staf ahli bupati, Asisten I dan II Setda, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPKPD, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Kepala DLH, Kepala BKPSDM, Sekretaris DPRD, Kepala Disnaker, serta Kepala DPMPTSP.
Menariknya, dari seluruh posisi tersebut, hanya jabatan Kepala Disdikpora Buleleng yang diputuskan dilelang. Langkah ini telah mendapat persetujuan pusat dengan pertimbangan kebutuhan khusus di sektor pendidikan, serta keterbatasan sumber daya manusia internal.
“Sehingga bupati memutuskan agar dilakukan seleksi terbuka. Sekiranya ada ASN dari OPD lain maupun dari luar daerah bisa mengikuti seleksi ini. Nanti dilihat siapa yang terbaik,” kata Suyasa.
Suyasa menjelaskan, seluruh pelamar akan mengikuti tes tulis dan wawancara yang digelar oleh panitia seleksi, terdiri dari unsur Sekda, BKPSDM, perwakilan independen, dan akademisi. Dari hasil seleksi, tiga kandidat dengan nilai tertinggi akan diajukan ke BKN untuk mendapatkan persetujuan teknis (pertek). “Jika pertek sudah turun, Bupati akan memilih siapa yang akan dijadikan Kepala Disdikpora,” ucapnya.
Sementara itu, 13 jabatan lain akan diisi menggunakan Sistem Informasi Manajemen Talenta (Simata) milik Pemkab Buleleng. Sistem ini menyimpan nilai asesmen pejabat eselon II dan III, sehingga proses pengisian bisa dilakukan lebih cepat. Targetnya, seluruh posisi strategis tersebut sudah terisi pada akhir Agustus atau awal September 2025.
“Jadi kami tinggal menarik data yang ada di Simata. Nilai asessmentnya tinggal ditambah dari nilai teman sejawat dan atasannya. Pengisian lewat Simata ini lebih cepat, karena databasenya sudah ada,” jelas Suyasa.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

