Bibit Jagung Hibrida “Goak Poleng” Diluncurkan di Buleleng, Panen Perdana Capai 9,1 Ton per Hektar

Singaraja, koranbuleleng.com| Polres Buleleng bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng resmi meluncurkan bibit jagung hibrida unggulan “Goak Poleng” sekaligus menggelar panen perdana di Kebun Terintegrasi Pemkab Buleleng, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Rabu 13 Agustus 2025.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyebut peluncuran ini sebagai kado istimewa untuk HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, langkah ini menjadi simbol optimisme menuju swasembada pangan di Buleleng. “Ini sangat membuat kami berbangga dan optimis menuju swasembada pangan di Kabupaten Buleleng,” ujarnya usai panen.

- Advertisement -

Sutjidra menekankan peran jagung sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti beras, apalagi dengan potensi lahan kritis di Buleleng yang luas dan bisa dioptimalkan. Dari spesifikasinya, bibit Goak Poleng diklaim tahan terhadap perubahan cuaca. Panen perdana di lahan seluas satu hektar menghasilkan 9,1 ton jagung, angka yang menjanjikan untuk petani. “Ini angin segar atau harapan baru bagi petani-petani khususnya petani jagung di Buleleng,” tambahnya.

Ke depan, Pemkab Buleleng akan mengembangkan hilirisasi produk jagung, termasuk meluncurkan “beras nasi jagung Buleleng” untuk menekan ketergantungan pada beras. Langkah ini diiringi kebijakan insentif pajak 100 persen bagi petani di kawasan lahan pertanian berkelanjutan, serta penyerapan hasil panen jagung oleh Perumda Swatantra untuk diolah di dalam daerah.

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menegaskan dukungan penuh Polri dan TNI pada program pemerintah, termasuk swasembada pangan. Ia membenarkan keunggulan bibit Goak Poleng dari segi ukuran, berat, dan volume hasil panen. “Kalau masyarakat sejahtera berarti irisannya keamanan terjaga, situasi kondusif,” ucapnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Polres Buleleng melanjutkan program “nasi jagung” dengan makan siang berbahan jagung setiap hari. Widwan Sutadi meyakini jagung bisa menutup kekurangan produksi beras dan memperkuat kemandirian pangan di Buleleng.(*)

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru