Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menegaskan bahwa atlet peraih medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI tahun 2025 akan menerima bonus yang lebih besar dibanding perhelatan sebelumnya. Bonus tersebut dijadwalkan cair pada tahun 2026, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Kepastian itu disampaikan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, usai acara pelepasan kontingen Porprov Bali XVI pada Senin, 25 Agustus 2025 petang. Kontingen Buleleng berjumlah 911 orang, terdiri dari 663 atlet, 188 official, dan 60 pendamping yang akan berlaga di 49 cabang olahraga.
Supriatna menegaskan Pemkab Buleleng berkomitmen memberikan apresiasi setimpal kepada atlet berprestasi. “Masalah besarnya, nanti kita akan siapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anggaran yang ada. Tapi yang jelas tidak akan lebih kecil daripada tahun sebelumnya untuk menambah semangat atlet dan kontingen,” ujarnya.
Ia menambahkan, bonus tetap dikenakan potongan pajak karena termasuk dalam kategori pendapatan. Meski demikian, Supriatna berharap insentif tersebut mampu memacu motivasi para atlet untuk mempersembahkan medali, terutama emas.
“Kalaupun masih peringkat ketiga, namun medali emas yang dibawa pulang lebih banyak dari Porprov sebelumnya. Itu target yg kita berikan buat kontingen Porprov 2025,” ucapnya.
Tak hanya fokus pada Porprov tahun ini, Supriatna juga memastikan kesiapan Buleleng menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027. Pemkab berkomitmen menyiapkan anggaran khusus untuk perbaikan venue olahraga sekaligus mendukung pelaksanaan pesta olahraga bergengsi di tingkat provinsi tersebut.
“Yang jelas kami Pemkab Buleleng sangat siap baik dari sarana, prasarana, dan dukungan anggaran untuk pelaksanaan Porprov 2027,” tegasnya.
Ketua Kontingen Buleleng, Made Budiawan, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan atlet telah dimaksimalkan. Pendekatan sport science diterapkan agar pembinaan fisik, mental, dan psikologis atlet lebih terarah. “Secara sport science kita lakukan pendekatan terbaru, fisik dan psikologis juga sudah digarap,” ujarnya.
Budiawan juga menjelaskan alasan pemilihan Tugu Singa Ambara Raja sebagai lokasi pelepasan kontingen. Ikon Buleleng yang menjadi titik nol tersebut dipandang mampu memberikan spirit tambahan bagi para atlet sebelum bertanding.
“Kami pilih tempat pelepasan ini karena ingin mendapatkan spirit dari titik nol kebanggaan Buleleng. Mudah-mudahan hasilnya bisa melampaui raihan sebelumnya 75 medali emas,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

