Ratusan Mahasiswa IMK Singaraja Terjun ke Desa, Wujud Pengabdian Nyata dan Sinergi Bangun Bali Utara

Singaraja, koranbuleleng.com | Ratusan mahasiswa Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja mulai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025, sebuah momentum penting yang menandai peran generasi muda dalam membangun daerah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan menyatu dengan masyarakat dan berkontribusi langsung terhadap pengembangan potensi desa di Bali Utara.

Pelaksanaan KKN tahun ini memiliki makna tersendiri bagi kampus IMK, karena menjadi program perdana setelah beralih status dari sekolah tinggi menjadi institut. Rektor IMK yang diwakili oleh Dr. I Nyoman Miarta Putra menyampaikan, sebanyak 616 mahasiswa dari 12 program studi diterjunkan ke 23 desa yang tersebar di Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sukasada.

- Advertisement -

Miarta menegaskan, KKN merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran moral dan kebangsaan.

“Hadirlah di tengah masyarakat dengan kerendahan hati dan semangat belajar,” ujarnya dalam sambutan pembukaan dan pembekalan KKN pertama Institut Mpu Kuturan, Selasa 7 Oktober 2025 sore.

Lebih lanjut, Miarta menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin dengan baik. Menurutnya, sinergi antara kampus dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan KKN.

“Sinergi antara kampus dan pemerintah daerah adalah kunci dalam mewujudkan Asta Cita di Bali Utara berupa pembangunan yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan,” ucapnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng, I Made Juartawan, menilai pelaksanaan KKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di perguruan tinggi. Ia menyebut kegiatan ini mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai sosial dan spiritual.

“KKN bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga media belajar dari masyarakat. Mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang mampu mengembangkan potensi desa, pariwisata lokal, serta melestarikan nilai-nilai budaya luhur,” ujarnya.

Menurut Juartawan, keberadaan IMK di Singaraja membawa optimisme terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Buleleng. Kampus ini dinilai mampu menciptakan ruang luas bagi inovasi dan kreativitas insan akademik.

“Saya percaya IMK akan memberi pengaruh positif terhadap perkembangan pendidikan di Buleleng. Kampus ini telah menjadi panggung bagi lahirnya generasi yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” katanya.

Ia juga menambahkan, pelaksanaan KKN memiliki peran strategis dalam mendukung visi Buleleng sebagai Kota Pendidikan. Dengan kekayaan budaya, sumber daya manusia, dan alam yang melimpah, mahasiswa diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dalam proses transformasi daerah.

“Potensi pariwisata Buleleng sangat besar, baik dari sisi alam, spiritualitas, maupun kebudayaan. Namun semua itu butuh sentuhan inovatif dari generasi muda agar dapat dikembangkan secara modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal,” ujarnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru