Singaraja, koranbuleleng.com | Setelah delapan tahun lamanya warga mengeluhkan kerusakan jalan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng akhirnya merealisasikan pembangunan jalan di Banjar Dinas Sorga, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Proyek senilai lebih dari Rp2 miliar ini membentang sepanjang 1,2 kilometer, menjadi solusi atas kerusakan jalan yang telah menghambat mobilitas dan perekonomian warga.
Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra menegaskan, pembangunan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah pedesaan. Jalan penghubung antara Desa Lokapaksa dan Desa Ularan itu sebelumnya mengalami kerusakan berat dan belum pernah tersentuh perbaikan.
“Jalan ini sudah lama rusak. Tidak pernah mendapat perawatan dan hancur sekali. Sekarang saya sudah menjabat, perbaikan jalan ini kami prioritaskan, untuk memudahkan akses ekonomi masyarakat sekitar,” terang Sutjidra, usai memantau langsung perbaikan jalan Kamis, 6 November 2025.
Kerusakan jalan yang berkepanjangan sempat memunculkan kegeraman warga. Pada tahun 2017, masyarakat setempat bahkan melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang di sepanjang jalan sebagai bentuk protes terhadap janji pemerintah yang tak kunjung ditepati.
Perbaikan jalan yang dimulai sejak Juli 2025 kini hampir rampung dan dijadwalkan diserahterimakan pada 12 November 2025 mendatang.
Sutjidra menyebut, langkah ini bukan akhir dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur di wilayah pedesaan. Pemkab Buleleng telah menyiapkan rencana lanjutan pembangunan sepanjang 4,8 kilometer di tahun 2026.
“Harus diperbaiki karena jalannya memang hancur sekali, medannya juga ekstrem dan rawan terjadi kecelakaan. Warga juga mengeluh hasil pertanian tidak bisa maksimal,” ujarnya.
Bagi warga, jalan baru ini menjadi napas segar setelah bertahun-tahun terisolasi akibat akses yang rusak berat. Salah satu tokoh masyarakat, Putu Rastika, mengenang perjuangan warga saat kondisi jalan masih memprihatinkan.
“Ini awalnya jalannya bertanah. Tidak pernah diaspal dan diperbaiki. Hanya bisa dilintasi motor. Kalau sudah musim hujan, mau ke Desa Ularan itu terpaksa kami lewat jalan lain yang menghabiskan waktu 20 menit. Tapi sekarang setelah diperbaiki, tidak sampai 5 menit sudah sampai di Desa Ularan,” ungkapnya.
Akses jalan yang kini membaik dipastikan akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan kegiatan sehari-hari warga di dua desa tersebut.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

