Satker PJN Siagakan Alat Berat di Jalur Singaraja–Denpasar untuk Antisipasi Longsor Musim Hujan

Singaraja, koranbuleleng.com| Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Bali melalui PPK 1.4 Bali menyiagakan alat berat untuk mengantisipasi dan mempercepat proses pembersihan bila longsor kembali terjadi di jalur Singaraja–Denpasar. Langkah ini dilakukan karena wilayah Bali Utara telah memasuki periode musim hujan dengan curah yang semakin meningkat.

PPK 1.4 Bali, Yoni Santhia menegaskan bahwa kawasan Wanagiri–Gitgit selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerawanan tinggi. Struktur tebing yang labil dan curah hujan ekstrem membuat kawasan tersebut hampir setiap tahun menghadapi kejadian longsor.

- Advertisement -

Santhia menyampaikan, “Ya, alat berat kami tetap siagakan terutama di jalur Singaraja–Denpasar. Mengingat sudah memasuki cuaca ekstrem, penyiagaan ini kami tingkatkan hingga momentum perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya, Jumat, 21 November 2025.

Ia menjelaskan bahwa Satker PJN Bali telah menempatkan beberapa unit alat berat di titik-titik strategis agar tim dapat merespons lebih cepat ketika longsor terjadi. Hingga Jumat siang, pembersihan material longsor telah menunjukkan progres signifikan dan arus lalu lintas mulai terkendali.

Meski demikian, petugas tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintas, terutama saat hujan turun deras. Tanah yang masih labil membuat potensi longsor susulan tetap mungkin terjadi.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur Kecamatan Sukasada dan memicu longsor di Desa Gitgit pada Kamis, 20 November 2025 sekitar pukul 14.20 Wita. Kejadian itu berlangsung di tengah arus balik Hari Raya Galungan. Material longsor menutup sebagian badan jalan dan sebuah pohon jaka ikut terseret hingga tumbang menimpa akses jalur utama.

- Advertisement -

Berdasarkan laporan tersebut, BPBD Kabupaten Buleleng segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 2 ke lokasi. Setibanya di tempat kejadian, tim langsung melakukan penanganan darurat dengan membersihkan timbunan tanah serta mengevakuasi pohon tumbang.

Proses penanganan di Gitgit melibatkan lintas unsur, mulai dari TRC Regu 2 BPBD Buleleng, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Gitgit, relawan desa, Balai Jalan, Polsek Sukasada, hingga warga setempat. Sinergi ini memungkinkan jalur kembali dapat dilintasi dengan pengaturan lalu lintas yang lebih aman.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru