ODGJ Melahirkan Bayi Laki-Laki, Dinsos Buleleng Lakukan Pendampingan Penuh

Singaraja, koranbuleleng.com | Seorang perempuan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, melahirkan seorang bayi laki-laki melalui proses persalinan medis yang mendapat pendampingan penuh dari Dinas Sosial Kabupaten Buleleng. Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena melibatkan aspek kemanusiaan, kesehatan jiwa, serta perlindungan sosial bagi ibu dan anak.

Perempuan berinisial KT itu diketahui telah mengalami gangguan jiwa sejak berusia 16 tahun. Kondisi kesehatannya sempat membaik saat remaja, namun kembali kambuh setelah menikah akibat tidak mengkonsumsi obat secara rutin. Situasi tersebut semakin kompleks ketika KT mengandung, karena konsumsi obat gangguan jiwa harus dihentikan atas pertimbangan medis demi keselamatan janin.

- Advertisement -

Proses persalinan dilakukan secara operasi caesar di RSUD Kabupaten Buleleng pada Jumat, 2 Januari 2026. Dinas Sosial Buleleng memastikan seluruh tahapan persalinan berjalan aman melalui koordinasi intensif dengan pihak rumah sakit.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman Putra, menjelaskan bahwa pendampingan terhadap KT telah dilakukan sejak masa kehamilan dan akan terus berlanjut hingga pasca melahirkan. Pendampingan tersebut mencakup pemantauan kondisi kesehatan ibu, kesiapan fasilitas medis, hingga perlindungan sosial.

Kariaman mengungkapkan, meskipun KT berasal dari Desa Panji Anom, ia menikah dan menetap bersama suaminya di wilayah Kecamatan Kubutambahan, tepatnya di sebuah rumah permanen. “Yang bersangkutan memang tidak sepanjang hidupnya rutin minum obat. Namun karena pertimbangan hamil, akhirnya obat dihentikan. Kondisinya yang tidak terurus ditambah kehamilan membuat masyarakat sekitar khawatir dan melaporkan ke Dinas Sosial,” ujar Kariaman, Senin, 5 Januari 2026.

Selama proses pendampingan, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng terus menjalin komunikasi dengan tenaga medis RSUD. Hasilnya, bayi laki-laki yang dilahirkan KT dalam kondisi selamat dengan berat badan 2,7 kilogram.

- Advertisement -

“Syukurnya kondisi ibu dan bayi sehat. Setelah melahirkan, ibu langsung menjalani tindakan steril,” kata dia.

Saat ini, ibu dan bayi masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Buleleng. Seluruh biaya persalinan hingga perawatan ditanggung melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS), sehingga keluarga tidak dibebani biaya apa pun.

Dinas Sosial Kabupaten Buleleng selanjutnya akan melakukan pendekatan lanjutan bersama pihak keluarga untuk menentukan pola pengasuhan terbaik bagi bayi tersebut. Opsi pengasuhan oleh keluarga maupun penempatan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) masih dalam tahap kajian mendalam.

“Kami akan lakukan pendekatan lebih lanjut dengan keluarga. Semua tetap mengutamakan kepentingan dan keselamatan ibu serta bayinya,” ucapnya.

Untuk diketahui, KT sempat dinyatakan pulih dari gangguan jiwa saat masih duduk di bangku SMA. Namun setelah menikah, kondisi kejiwaannya kembali mengalami kekambuhan akibat tidak menjalani pengobatan secara rutin.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru