Dinas Pariwisata Buleleng Tutup Sementara Dermaga Pelabuhan Tua Usai Ambruk Dihantam Gelombang

Singaraja, koranbuleleng.com | Dinas Pariwisata Buleleng melakukan penutupan sementara dermaga di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pasca ambruknya ujung dermaga akibat gelombang tinggi yang dipicu cuaca buruk. Langkah penutupan ini ditempuh sebagai upaya perlindungan keselamatan masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir Kota Singaraja.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menjelaskan peristiwa ambruknya ujung jembatan dermaga tersebut terjadi pada Senin, 12 Januari 2026. Kondisi cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi disebut menjadi faktor utama rusaknya struktur dermaga yang selama ini kerap dimanfaatkan masyarakat untuk memancing.

- Advertisement -

Sebagai bentuk respons cepat, Dinas Pariwisata Buleleng langsung berkoordinasi dengan Polsek Kota Singaraja. Aparat kepolisian diterjunkan untuk memasang garis polisi di sekitar area dermaga yang ambruk guna mencegah masyarakat mendekat dan menghindari potensi kecelakaan.

Selain pemasangan police line, Dinas Pariwisata Buleleng juga memasang spanduk imbauan penutupan di sejumlah titik strategis kawasan Pelabuhan Tua. Penutupan ini bersifat sementara dan akan diberlakukan hingga kondisi cuaca dinyatakan aman.

“Yang ambruk itu kan ujung dermaga yang biasa digunakan mancing. Sedangkan restoran apung kan masih aman. Setelah cuaca membaik kami akan meminta bantuan teknis dari Dinas PU untuk mengecek. Kenapa tidak sekarang dicek, karena dari prediksi BMKG masih akan ada siklon selama beberapa minggu mendatang,” ujar Dody, Kamis, 15 Januari 2026.

Tidak hanya membatasi aktivitas di Dermaga Pelabuhan Tua Buleleng, Dinas Pariwisata juga mengeluarkan imbauan kepada pelaku wisata bahari, khususnya aktivitas wisata menonton lumba-lumba di perairan Bali Utara. Aktivitas tersebut diminta untuk dihentikan sementara karena kondisi laut dinilai tidak aman.

- Advertisement -

Imbauan tersebut telah disampaikan kepada Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) agar informasi cuaca buruk dapat diteruskan kepada wisatawan yang hendak berkunjung ke Buleleng. Langkah ini dilakukan untuk mencegah risiko kecelakaan laut yang dapat merugikan wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata setempat.

“Karena situasi cuaca tidak memungkinkan, maka tidak jual paket wisata dolpin. Kepada kelompok nelayan sudah kami beri himbauan dan meraka juga tidak berani untuk keselamatan diri,” ucapnya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru