Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyiapkan langkah strategis pada tahun 2026 dengan menggelar tujuh paket pelatihan kerja. Pemerintah daerah memfokuskan mayoritas program tersebut pada pelatihan bahasa Jepang sebagai respons atas tingginya permintaan tenaga kerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang.
Kepala Disnaker Buleleng, Putu Arimbawa menyampaikan, seluruh rangkaian pelatihan akan dipusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lovina. Dari total tujuh paket pelatihan, lima di antaranya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara dua paket lainnya didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dua pelatihan yang dibiayai APBD tersebut secara khusus diarahkan pada penguasaan bahasa Jepang. “Alasannya, peluang dan permintaan tenaga kerja ke Jepang sangat tinggi. Sepanjang tahun 2025 saja, pengiriman tenaga kerja ke Jepang mencapai sekitar 2.500 orang,” ujar Arimbawa, Jumat, 16 Januari 2026.
Arimbawa menegaskan, penguasaan bahasa Jepang menjadi kunci utama bagi calon pekerja migran. Ia menyebutkan bahwa seluruh aktivitas komunikasi kerja di Jepang menggunakan bahasa Jepang, sehingga pelatihan ini dirancang sebagai bekal dasar sebelum memasuki dunia kerja. Program pelatihan bahasa Jepang ini juga dibuka secara gratis bagi masyarakat Buleleng.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 19 Januari hingga 10 Februari 2026. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara langsung di BLK Lovina atau melalui platform Siap Kerja maupun media sosial resmi Disnaker Buleleng. Bagi calon peserta yang mengalami kendala pendaftaran daring, Disnaker membuka layanan bantuan langsung di BLK Lovina atau melalui nomor layanan 081233996448.
Lebih lanjut, Arimbawa menjelaskan persyaratan yang wajib dipenuhi calon peserta pelatihan. Syarat tersebut meliputi usia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta terbuka untuk semua jenis kelamin. Dokumen administrasi yang harus disiapkan antara lain fotokopi ijazah terakhir mulai dari SD, SMP, hingga SMA, fotokopi KTP dan Kartu Keluarga, serta kepemilikan alamat email dan nomor telepon yang aktif.
Pelaksanaan pelatihan bahasa Jepang akan dibagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret hingga 30 April 2026, sedangkan gelombang kedua akan dilaksanakan pada 4 Juni sampai 21 Juli 2026.
Setiap gelombang akan diikuti oleh 16 peserta, sehingga total kuota peserta mencapai 32 orang. Untuk menjamin kualitas pelatihan, instruktur akan didatangkan dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta yang telah berpengalaman di bidangnya.
“Jika pendaftar lebih dari 32 orang, akan dilakukan seleksi dengan prioritas bagi masyarakat kurang mampu. Namun jika pendaftar 32 orang atau kurang, sepanjang memenuhi syarat akan kami terima semua,” kata Arimbawa.
Selain pelatihan bahasa Jepang, Disnaker Buleleng juga menyiapkan lima jenis pelatihan lain yang bersumber dari APBN. Namun demikian, pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Arimbawa pun mengimbau masyarakat Buleleng, khususnya para pencari kerja, agar aktif memanfaatkan peluang peningkatan kompetensi ini. “Informasi sementara, terdapat lima jenis pelatihan yang akan dibuka, yakni perawatan AC rumah tangga, menjahit pakaian wanita, komputer, instalasi listrik, dan spa terapis, dengan total peserta sebanyak 80 orang,” ucap Arimbawa.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

