Singaraja, koranbuleleng.com | Aktivitas kawanan monyet liar menyebabkan kerusakan pada bangunan SD Negeri 2 Wanagiri di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bagian atap sekolah dilaporkan jebol setelah dijadikan tempat beraktivitas sekaligus hunian sementara oleh primata liar tersebut.
Keberadaan kawanan monyet itu terungkap setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut diunggah warga melalui akun Facebook Wayan Sumerta Yasa, yang menyuarakan keresahan masyarakat serta meminta perhatian instansi terkait karena kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah.
Dalam unggahan itu disebutkan, kerusakan terjadi pada atap dan plafon bangunan sekolah meskipun sebelumnya baru diperbaiki sekitar satu bulan lalu. Atap berbahan seng dilaporkan rusak parah setelah dijebol kawanan monyet dan dimanfaatkan sebagai sarang. Pengunggah video memperkirakan terdapat sekitar 18 ekor monyet yang kerap berkeliaran di area sekolah.
Walaupun belum ada laporan terkait serangan terhadap siswa maupun tenaga pendidik, situasi tersebut tetap memunculkan kekhawatiran akan keselamatan dan kenyamanan aktivitas pendidikan di sekolah dasar tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Baratha, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait untuk menangani persoalan tersebut. Penanganan akan melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Ia mengungkapkan, upaya penanganan sebenarnya telah dilakukan oleh pihak sekolah bersama komite dan masyarakat desa setempat. “Info dari Kasek (Kepala Sekolah), sempat sudah ditangani bersama komite dan masyarakat termasuk Kepala Desa,” ujarnya, Minggu, 18 Januari 2026.
Terkait keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, Disdikpora Buleleng mengarahkan pihak sekolah untuk mengedepankan aspek keselamatan siswa dengan menerapkan sistem pembelajaran yang bersifat fleksibel.
“Sementara kami arahkan pembelajaran menyesuaikan. Jika dalam kondisi tidak memungkinkan datang ke sekolah, kita arahkan daring atau mandiri. Sejauh ini belum ada laporan siswa atau guru diserang oleh monyet,” kata dia.
Lebih lanjut, Surya Baratha menjelaskan bahwa untuk sementara pembelajaran tatap muka masih dapat dilaksanakan karena kemunculan kawanan monyet umumnya terjadi saat aktivitas manusia di sekolah mulai berkurang.
“Sementara masih bisa luring karena kedatangan kera saat sekolah mulai sepi. Jika jam sekolah, masih di sekitaran atap saja,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

