Pemkab Buleleng Mulai Bongkar Gedung di Titik Nol Singaraja Jelang Ground Breaking 20 Februari 2026

Singaraja,koranbuleleng.com| Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menata ulang wajah kawasan Titik Nol Kota Singaraja dengan membongkar sejumlah bangunan lama sebagai tahap awal proyek revitalisasi, Selasa, 17 Februari 2026.

Langkah ini menandai dimulainya transformasi infrastruktur di jantung Kota Singaraja. Ground breaking atau peletakan batu pertama dijadwalkan berlangsung pada 20 Februari 2026, sekaligus menjadi simbol dimulainya pembangunan fisik secara menyeluruh.

- Advertisement -

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas alat berat yang merobohkan Gedung Wanita Laksmi Graha dan Gedung Satpol PP. Di saat bersamaan, petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng melakukan penebangan pohon di area Rumah Jabatan Bupati.

Area eks Rumah Jabatan Bupati tersebut selanjutnya akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Konsep ini dirancang untuk menghadirkan ruang publik yang lebih representatif sekaligus mempertegas identitas kawasan pusat kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menyebut proyek penataan Titik Nol dikerjakan paralel dengan pembangunan Gedung Laksmi Graha yang baru. Seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor lokal.

“Rencananya tanggal 20 Februari akan dilaksanakan ground breaking atau peletakan batu pertama. Pengerjaannya berbarengan semua. Sekarang masih tahap persiapan agar lahannya rata dulu,” jelas Adiptha.

- Advertisement -

Proyek strategis ini mengantongi pagu anggaran sebesar Rp24,9 miliar. Berdasarkan hasil tender, pekerjaan penataan kawasan Tugu Singa Ambara Raja atau Titik Nol dimenangkan oleh PT Taman Bunga Indah dengan nilai kontrak Rp24,43 miliar.

Sementara itu, pembangunan Gedung Laksmi Graha yang baru dikerjakan oleh CV Cadudasa Pratama dengan nilai kontrak Rp13,92 miliar dari pagu Rp15 miliar.

Gedung Laksmi Graha beserta galeri akan dibangun di sisi barat kawasan. Sedangkan sisi lainnya diarahkan menjadi palemahan dan ruang terbuka hijau, termasuk penataan eks Gedung Satpol PP.

“Penataan juga menyasar tembok pagar Gedung DPRD Buleleng. Nantinya akan menggunakan paras asli Desa Sangsit untuk memperkuat nuansa arsitektur khas Buleleng,” kata dia.

Kontrak pekerjaan berlangsung selama lima bulan atau 150 hari kalender, terhitung sejak 9 Februari 2026. Proyek ini ditargetkan rampung pada 9 Juli 2026.

Secara rinci, nilai kontrak penataan kawasan Titik Nol mencapai lebih dari Rp24 miliar. Sedangkan pembangunan Gedung Laksmi Graha baru dan penataan eks Gedung Satpol PP sebesar Rp13,92 miliar.

Revitalisasi ini menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di pusat Kota Singaraja tahun 2026, sekaligus menjadi sorotan publik Buleleng yang menanti wajah baru kawasan bersejarah tersebut.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru