Pemulihan Pasca Banjir Bandang Desa Banjar Tidak Gunakan Dana Darurat

Singaraja, koranbuleleng.com| Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, akan dilakukan melalui program kerja pada Organisasi Perangkat Daerrah (OPD) terkait, bukan menggunakan dana kedaruratan.

Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra disela-sela melakukan peninjauan lokasi bencana banjir bandang di Desa Banjar Jumat, 23 Maret 2026. Menurutnya, fokus penanganan banjir bandang saat ini pada tahap pemulihan dan pembersihan wilayah terdampak. Hal yang dilakukan salah satunya dengan mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat proses pembersihan material sisa banjir serta membantu masyarakat terdampak.

- Advertisement -

“Hari ini kita mengarahkan seluruh ASN untuk bergotong royong di wilayah terdampak, terutama di delapan titik yang mengalami dampak paling berat,” kata Sutjidra.

Selain tenaga, ASN di lingkup Kabupaten Buleleng juga berpartisipasi memberikan bantuan bagi warga yang terdampak. Bantuan yang disalurkan antara lain kasur, kompor gas lengkap dengan regulator, serta perlengkapan mandi.

Pemkab Buleleng juga menyalurkan cadangan pangan yang dimiliki untuk membantu kebutuhan masyarakat. Melalui anggaran daerah, setiap kepala keluarga terdampak menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram.

“Dari Pemkab sendiri kami sudah menggelontorkan beras cadangan daerah yang dimiliki untuk membantu masyarakat. Setiap kepala keluarga menerima 20 kilogram, dengan jumlah sekitar 437 kepala keluarga yang terdampak,” ujar Sutjidra.

- Advertisement -

Sementara itu, Sekda Buleleng Gede Suyasa menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak menggunakan dana darurat atau Belanja Tidak Terduga (BTT), melainkan akan diprogramkan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Kalau untuk kondisi darurat memang boleh dibiayai dari dana kedaruratan. Tetapi kalau sudah pascabencana, itu tidak boleh lagi menggunakan BTT. Pascabencana harus diprogramkan melalui perangkat daerah,” kata Suyasa.

Ia menjelaskan, berbagai kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang akan ditangani melalui program kerja dinas teknis sesuai bidangnya. Suyasa mencontohkan pada kerusakan jaringan irigasi akan diprogramkan melalui dinas PUPRPerkim, termasuk rehabilitasi rumah warga yang terdampak.

Saat ini pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir bandang tersebut, termasuk jumlah rumah warga yang rusak serta tingkat kerusakannya.

“Kalau ada irigasi yang hancur, nanti kita programkan di PU. Begitu juga kalau ada rumah warga yang rusak, rehabilitasinya akan diprogramkan melalui dinas terkait seperti PU Perkim,” ujarnya.

Di sisi lain, kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak masih dapat dipenuhi dari cadangan pangan yang dimiliki pemerintah daerah. Kabupaten Buleleng memiliki cadangan sekitar 17 ton beras untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.

“Hari ini Pak Bupati sudah membagikan lebih dari delapan ton beras kepada masyarakat terdampak yang tercatat sekitar 437 kepala keluarga. Jika dalam perkembangan berikutnya masih dibutuhkan, kita masih memiliki sisa sekitar sembilan ton,” kata Suyasa.

Rika Mahardika

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru