Singaraja, koranbuleleng.com | PDI Perjuangan Buleleng memilih “start” lebih awal untuk memanaskan mesin partainya. Ribuan kader PAC resmi dikukuhkan bukan hanya sebagai pelengkap struktur, melainkan sebagai pasukan garda terdepan yang disiapkan untuk mengamankan dominasi politik di Bali utara. Di bawah komando Wayan Koster, barisan banteng ini kini dalam posisi siap tempur menyongsong peta jalan Pemilu 2029.
Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, memberikan instruksi tegas di hadapan ribuan kader yang memerahkan GOR Bhuwana Patra saat pengukuhan pengurus tingkat PAC, ranting hingga anak ranting, Minggu 15 Maret 2026. Dalam pengukuhan pengurus tersebut, Koster menekankan pentingnya loyalitas dan kesetiaan sebagai modal utama menjaga kejayaan partai di “Bumi Panji Sakti” menyongsong tahun politik 2029.
Tampak GOR Bhuwana Patra Singaraja berubah menjadi lautan merah saat ribuan kader PDI Perjuangan berkumpul pada agenda tersebut. Pertemuan akbar ini menandai dimulainya langkah strategis partai dalam memperkuat akar rumput di tingkat kecamatan hingga dusun guna menghadapi kompetisi politik pada tiga tahun kedepan.
Koster mengukuhkan total 4.571 pengurus partai untuk masa bakti 2025–2030. Di Kabupaten Buleleng sendiri tercatat 148 desa dan kelurahan dan 550 banjar. Seluruh wilayah tersebut kini telah memiliki kepengurusan PDI Perjuangan di tingkat akar rumput. Konsolidasi besar-besaran ini menjadi langkah strategis partai berlambang banteng tersebut untuk menjaga soliditas internal sekaligus memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029.
Dia memerintahkan seluruh kader yang baru dilantik wajib mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai serta menjalankan setiap kebijakan organisasi dengan disiplin. Ia juga menekankan pentingnya kedekatan kader dengan masyarakat.
“Semua kader ini harus menjadi motor penggerak masyarakat dalam menjalankan agenda pembangunan daerah serta untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Politisi asal Desa Sembiran ini juga menyoroti kekuatan struktur organisasi PDI Perjuangan di Bali yang kini telah menjangkau hingga tingkat dusun. Struktur tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan agenda politik partai di berbagai level.
“Dari segi struktur PDI Perjuangan memang sudah sampai ke tingkat dusun, sudah sangat lengkap di seluruh Bali. Tidak hanya fokus di 2029, tapi terkait semua agenda politik partai,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna menjelaskan pelantikan massal tersebut merupakan tahapan akhir dari proses pembentukan struktur partai yang telah berjalan sejak awal tahun 2026.
Ia memaparkan proses konsolidasi organisasi dimulai melalui Musyawarah Anak Cabang pada 4 Januari 2026. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Ranting dan Anak Ranting pada 24 Januari 2026 hingga seluruh struktur organisasi terbentuk secara menyeluruh.
“Kami ingin melaporkan kepada seluruh undangan bahwa struktur PDIP kini telah terbentuk hingga tingkat anak ranting di setiap banjar,” ujarnya.
Di Kabupaten Buleleng sendiri tercatat terdapat 148 desa dan kelurahan dengan sekitar 550 banjar. Seluruh wilayah tersebut kini telah memiliki kepengurusan PDI Perjuangan di tingkat akar rumput.
Dengan terbentuknya struktur hingga level banjar, koordinasi partai dengan masyarakat dinilai akan semakin efektif. Struktur tersebut juga diharapkan mampu memperkuat peran kader dalam menyerap aspirasi serta menjalankan program politik partai di tengah masyarakat.
“Dengan terbentuknya kepengurusan ini, kita yakin PDI Perjuangan Buleleng akan tetap solid dan berpihak ke masyarakat,” kata dia. (*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

