Singaraja, koranbuleleng.com| Gubernur Bali Wayan Koster menyiapkan dana swadaya yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Bali untuk membantu pemulihan SDN 5 Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang rusak akibat banjir bandang. Bantuan tersebut difokuskan untuk melengkapi fasilitas sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
Langkah cepat ini disampaikan Koster saat meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Minggu, 15 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah provinsi menyoroti dampak bencana yang tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan di wilayah setempat.
“Mengenai sekolah, untuk jangka pendek bagaimana agar proses pembelajaran normal kembali, akan kami bantu dari dana gotong royong pegawai Pemprov Bali,” ujar Koster.
Banjir bandang yang melanda wilayah Banjar pada Jumat malam, 6 Maret 2026, menyebabkan kerusakan serius pada SDN 5 Banjar. Tiga ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan paling parah akibat terjangan air dan material lumpur yang terbawa arus sungai.
Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah itu sempat terganggu. Hingga kini, sisa lumpur dari banjir masih terlihat di sejumlah area kelas yang terdampak.
Situasi ini mendorong pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk segera mengambil langkah percepatan pemulihan, terutama agar siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran secara normal.
Dalam upaya mempercepat pemulihan, Gubernur Bali juga meminta pemerintah desa dan pihak sekolah segera melakukan pendataan kebutuhan mendesak, termasuk perlengkapan belajar.
“Kepala Desa Banjar dan Kepala Sekolah sudah saya minta hitung kebutuhan buku cetak. Saya minta data semua sehingga dalam waktu dekat bisa dikumpulkan secepatnya bisa kami bantu,” ucapnya.
Pendataan tersebut dinilai penting agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh para siswa serta tenaga pendidik.
Selain penanganan darurat, pemerintah juga merancang solusi jangka panjang untuk mencegah kerusakan serupa kembali terjadi. Tiga ruang kelas yang berada di bagian bawah sekolah dan berdekatan dengan aliran sungai direncanakan akan dipindahkan ke bangunan baru yang lebih aman.
Rencana pembangunan tersebut akan menggunakan konsep gedung bertingkat, sehingga ruang kelas tidak lagi berada di area yang rawan terdampak luapan sungai. Program pembangunan ini nantinya akan didukung melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.
“Gedung dibongkar dijadikan gedung bertingkat, karena sudah kesekian kali kena banjir air sungai melampaui batas. Bupati rancang, akan kami bantu lewat BKK,” kata dia.
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

