Dishub Buleleng Lakukan Pemadaman 16.178 Titik Lampu Jalan Saat Nyepi 1948 Usai Pengerupukan

Singaraja,koranbuleleng.com| Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perhubungan mengambil langkah tegas dalam mendukung pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dengan memadamkan ribuan titik penerangan jalan umum. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesakralan Catur Brata Penyepian di seluruh wilayah Buleleng.

Sebanyak 16.178 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dipastikan akan dipadamkan serentak pada Kamis, 19 Maret 2026. Pemadaman tersebut mencakup seluruh jaringan penerangan jalan yang tersebar di berbagai kecamatan.

- Advertisement -

Pelaksanaan pemadaman dijadwalkan dimulai setelah rangkaian upacara Pengerupukan pada Rabu malam, 18 Maret 2026, tepatnya pukul 22.00 Wita. Setelah itu, kondisi gelap akan berlangsung selama Nyepi dan lampu akan dihidupkan kembali secara bertahap pada Jumat, 20 Maret 2026.

Tidak hanya LPJU konvensional, Dinas Perhubungan juga akan menghentikan operasional lampu lalu lintas serta penerangan jalan berbasis tenaga surya (PJUTS). Kebijakan ini dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada aktivitas penerangan yang mengganggu jalannya Nyepi.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Buleleng, Cokorda Adithya Wiraputra Yudha, menjelaskan bahwa jumlah fasilitas yang terdampak cukup besar, meliputi ratusan panel hingga belasan ribu titik lampu.

“Dari total itu, terdiri atas 9.587 titik non-KWH, 6.511 titik KWH, dan 80 titik PJUTS,” ujar Cok Aditiya, Selasa, 17 Maret 2026.

- Advertisement -

Secara rinci, pemadaman akan mencakup 260 panel LPJU, 18 unit traffic light dan warning light, serta ribuan titik lampu yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Buleleng.

Sebelum kebijakan ini diterapkan, Dishub telah melakukan koordinasi berjenjang dengan pemerintah kecamatan hingga desa adat. Langkah ini penting untuk memastikan proses pemadaman berjalan serentak dan tanpa kendala teknis di lapangan.

Surat pemberitahuan juga telah didistribusikan kepada desa-desa, sekaligus meminta dukungan agar aparat desa turut membantu proses pemadaman dan pengaktifan kembali lampu secara mandiri di wilayah masing-masing.

Sejak awal pekan, tim Dishub telah turun langsung melakukan sosialisasi serta pendampingan teknis ke sejumlah wilayah seperti Kecamatan Gerokgak, Seririt, Banjar, dan Busungbiu. Di kawasan tersebut, puluhan panel dan ratusan titik PJUTS telah didata untuk memastikan kesiapan pemadaman.

Koordinasi kemudian berlanjut ke wilayah tengah dan timur Buleleng, meliputi Kecamatan Sukasada, Sawan, Kubutambahan, Tejakula, hingga sebagian wilayah Kecamatan Buleleng.

“Langkah ini untuk mengantisipasi kondisi di desa-desa saat malam Pengerupukan yang biasanya ada parade ogoh-ogoh. Beberapa desa juga ada yang meminta pemadaman lebih awal, dan itu kami lakukan dengan sepengetahuan serta persetujuan pihak desa,” katanya.

Untuk menghindari adanya lampu yang masih menyala, Dishub turut menggandeng pihak PLN, khususnya dalam penanganan lampu non-KWH yang berpotensi tidak terpantau secara langsung.

Selama pelaksanaan Nyepi, sebanyak 15 personel Dishub disiagakan dengan dukungan surat dispensasi dari Majelis Desa Adat Kabupaten Buleleng guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan adat dan regulasi yang berlaku.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru