Buleleng Education Expo Kembali Jadi Panggung Kreativitas Siswa

Singaraja, koranbuleleng.com | Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menghidupkan semangat dunia pendidikan melalui pelaksanaan Buleleng Education Expo (BEE) 2026. Setelah sempat terhenti selama delapan tahun, kegiatan pendidikan terbesar di Bali Utara itu kembali digelar di Gedung Gde Manik, Singaraja, Rabu, 20 Mei 2026.

Ajang tersebut menjadi ruang ekspresi bagi pelajar dan lembaga pendidikan untuk memperlihatkan kemampuan, kreativitas, hingga inovasi yang selama ini berkembang di lingkungan sekolah masing-masing.

- Advertisement -

Suasana Gedung Gde Manik tampak semarak sejak pagi. Berbagai stand pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar, sekolah menengah, pendidikan nonformal hingga perguruan tinggi memenuhi area expo. Tidak hanya memamerkan karya, para peserta juga menampilkan pertunjukan seni, presentasi program unggulan, hingga demonstrasi hasil pembelajaran siswa.

Sebanyak 54 lembaga pendidikan dan instansi ikut ambil bagian dalam expo tersebut. Sementara itu, 101 penampil turut meramaikan kegiatan dengan beragam atraksi edukatif dan seni yang memikat perhatian pengunjung.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata mengatakan, pelaksanaan BEE menjadi media untuk menunjukkan bahwa Buleleng memiliki sistem pendidikan yang lengkap dan terus berkembang dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

“Ini memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholder pendidikan untuk menginformasikan bahwa mereka siap melayani pendidikan sesuai wilayah keberadaan lembaga pendidikan itu,” ujarnya, usai pembukaan BEE, Rabu, 20 Mei 2026.

- Advertisement -

Menurut Surya Bharata, konsep expo kali ini dibuat lebih interaktif dan tidak monoton. Setiap lembaga pendidikan diberikan waktu khusus untuk mempresentasikan program unggulan dan praktik baik yang telah diterapkan di sekolah masing-masing.

Mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi memperoleh kesempatan yang sama untuk memperlihatkan potensi mereka kepada masyarakat luas. Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak hanya melihat hasil karya secara visual, tetapi juga memahami proses dan kualitas pendidikan yang ditawarkan.

“Jadi pengunjung bisa mengetahui keunggulan sekolah mereka, termasuk praktik baik yang sudah dilakukan. Kita ingin anak-anak memiliki ruang untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” katanya.

Ia menilai, kebangkitan kembali BEE menjadi momentum penting untuk memberi panggung lebih luas kepada generasi muda Buleleng agar berani menunjukkan kapasitas dan daya saingnya di tingkat kabupaten.

Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menegaskan filosofi BEE diambil dari karakter lebah yang identik dengan kerja keras serta mampu menghasilkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Filosofi tersebut, menurutnya, menjadi simbol harapan agar dunia pendidikan di Buleleng terus tumbuh, produktif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurut Sutjidra, pelaksanaan expo pendidikan itu juga menjadi bagian awal dari cita-cita besar menjadikan Singaraja sebagai kota pendidikan di Bali Utara. Pemerintah daerah bahkan berencana menyiapkan kajian akademik dan regulasi sebagai landasan hukum untuk mendukung deklarasi tersebut.

“Kita ingin nanti Singaraja benar-benar menjadi kota pendidikan. Tempat anak-anak mendapatkan pendidikan yang lebih baik mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi,” katanya.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru