Warga Sekitar PLTD Pemaron Terima Bantuan Ekonomi

Singaraja, koranbuleleng.com | PLN Indonesia Power UBP Bali menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada ratusan warga yang tinggal di sekitar PLTD Pemaron, Jumat, 12 Juni 2026 sore. Penyaluran bantuan itu menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal di wilayah sekitar pembangkit listrik.

Tak hanya bantuan ekonomi, dalam penyaluran bantuan yang berlangsung di kawasan Pantai Penimbangan sebanyak 125 warga yang bermukim di sekitar PLTD Pemaron juga memperoleh layanan kesehatan gratis.

- Advertisement -

Manager Unit Gilimanuk Pemaron PLN Indonesia Power UBP Bali, Yusna Prambudi, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Program pemberdayaan ekonomi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan serta mendukung peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat secara mandiri dan berkesinambungan,” ujar Prambudi.

Selain bantuan pemberdayaan ekonomi dan layanan kesehatan gratis, PLN Indonesia Power juga menyerahkan bantuan pakan ternak kepada sejumlah warga. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas peternakan masyarakat sehingga memberikan nilai tambah terhadap pendapatan keluarga.

- Advertisement -

Bagi warga yang tinggal berdampingan dengan kawasan pembangkit, bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan usaha ekonomi rumah tangga.

Salah satunya dirasakan oleh Gelgel Diantara, warga Banjar Dinas Dauh Margi, Desa Pemaron.Gelgel mengaku telah menyetujui besaran bantuan ekonomi yang diberikan dan berencana memanfaatkannya sebagai modal usaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Rumah saya jaraknya 100 meter dari PLTD. Dana yang diberikan akan digunakan untuk berusaha, jalankan usaha, biar ada kemajuan dari warga. Saya ucapkan terimakasih banyak dair PLTD dan Indoneaia Power atas pemberian dana tersebut,” ucapnya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menilai kesepakatan yang telah tercapai antara sebagian masyarakat dan pihak PLN merupakan langkah positif. Namun demikian, ia berharap proses komunikasi tetap berlanjut, terutama terhadap warga yang hingga kini belum mencapai kesepakatan dengan perusahaan.

“Ini langkah yang maju, masyarakat dan PLN sepkat dengan kondisi masing-masing. Walapun masih ada beberapa masyarakat yang belum menerima kondisi atau belum mencapai kesepakatan dengan pihak PLN. Kami berharap diselesaikan, dilakukan komunikasi-komunikasi yang lebih intens. Kami di pemeritah daerah akan selalu siap mendampingi kedua belah pihak,” ujarnya.

Menurut Supriatna, kebutuhan pasokan listrik di Bali saat ini terus meningkat sehingga keberadaan pembangkit masih memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas energi. Meski demikian, ia mengingatkan agar operasional PLTD tetap berjalan sesuai kesepakatan yang telah dibangun bersama masyarakat sekitar.

“Kami serahkan hal ini kepada kedua belah pihaki. Tidak ada intervensi. Kami ditengah-tengah ada di masyarakat, dan pihak PLN. Tugas kami sebagai fasilitator,” kata dia.(*)

Pewarta: Kadek Yoga Sariada

Komentar

Artikel Terkait

spot_img

Berita Terbaru