Singaraja,koranbuleleng.com| Pencurian lima ekor babi terjadi di Banjar Dinas Mertasari, Desa Tinga-Tinga, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Peristiwa yang diketahui pada Sabtu, 4 Juli 2026 itu menyebabkan pemilik ternak, I Ketut Sukresning (61), mengalami kerugian sekitar Rp6 juta. Polisi masih memburu pelaku yang diduga membawa kabur ternak dari kandang milik korban.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohan Rosalin Diaz mengatakan, peritiwa hilangnya lima babi itu pertama kali diketahui oleh korban Sukresning, saat hendak memberi makan ternaknya sekitar pukul 06.30 Wita.
Saat memeriksa kandang, korban mendapati jumlah babi yang semula delapan ekor tinggal tiga ekor. Lima ekor lainnya diduga telah dibawa kabur oleh pelaku. “Seblumnya pada Jumat, 7 Juli 2026 sore sekitar 18.30 Wita korban sempat memeriksa ternaknya. Saat itu seluruh babi masih berada di dalam kandang yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban,” ujar Yohana, Minggu, 5 Juli 2026.
Menyadari ternaknya hilang, korban bersama keluarga langsung melakukan pencarian di sekitar area kandang. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga korban akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang.
Laporan tersebut teregister dengan Nomor: LP/B/11/VII/2026/SPKT/POLSEK KAWASAN PELABUHAN CELUKAN BAWANG/POLRES BULELENG/POLDA BALI, tertanggal 4 Juli 2026. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga masuk ke area kandang dan mengambil lima ekor babi yang berada di lokasi tersebut tanpa sepengetahuan pemilik. Pelaku mengambil 5 ekor babi yang berada di kandang dekat dengan rumah korban,” kata Yohana.
Menurutnya, penyidik kini tengah mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri jejak pelaku untuk mengungkap kasus pencurian tersebut. Akibat peristiwa itu, korban diperkirakan mengalami kerugian material sebesar Rp6 juta.
Yohana menghimbau, kepada masyarakat Buleleng terutama yang memiliki ternak agar meningkatkan keamanan kandang. Masyarakat diminta segera melapor jika mememukan aktivitas mencurigakan, yang mengarah kepada pencurian.
“kami mengimbau kepada para peternak di wilayah Buleleng agar meningkatkan keamanan kandang, terutama pada malam hari, serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengarah pada tindak pidana pencurian,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

