Singaraja, koranbuleleng.com | Ratusan warga di tiga banjar yang berada di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, harus menghadapi krisis pasokan air bersih setelah jaringan pipa distribusi mengalami kerusakan. Gangguan itu dipicu oleh aktivitas pembangunan senderan irigasi subak yang berlangsung di wilayah tersebut.
Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter pada Minggu, 12 Juli 2026.
Bantuan tersebut diangkut menggunakan armada tangki air oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 2 BPBD Buleleng. Pasokan air diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK), selama proses perbaikan jaringan pipa masih berlangsung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan distribusi bantuan dipusatkan pada wilayah yang terdampak langsung akibat terputusnya aliran air bersih.
“Distribusi air bersih difokuskan ke tiga banjar di Desa Jagaraga yang terdampak gangguan pasokan air. Sebanyak 10.000 liter air bersih kami salurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” katanya, Senin, 13 Juli 2026.
Tiga wilayah yang memperoleh bantuan tersebut yakni Banjar Dinas Kangin Luan, Banjar Dinas Kauh Teben, dan Banjar Dinas Tengah. Ketiganya mengalami gangguan suplai air sejak jaringan pipa terdampak pekerjaan konstruksi senderan irigasi.
Menurut Suyasa, kerusakan jaringan pipa bukan disebabkan faktor alam, melainkan akibat aktivitas pembangunan infrastruktur irigasi yang sedang berjalan.
“Gangguan distribusi air terjadi karena adanya pekerjaan pembangunan senderan irigasi subak yang berdampak pada jaringan pipa air,” ucapnya.
BPBD Buleleng memastikan distribusi air bersih dilakukan untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga proses perbaikan jaringan pipa selesai dilakukan.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

