Singaraja, koranbuleleng.com | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan revitalisasi RSUD Kabupaten Buleleng mulai diproses tahun ini. Proyek yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 200 Miliar itu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sutjidra mengatakan, revitalisasi RSUD Buleleng menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang. Peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit dinilai penting agar mampu memberikan layanan yang lebih optimal bagi masyarakat Buleleng.
Tahapan revitalisasi kini mulai bergerak menuju proses manajemen konstruksi. Langkah tersebut dilakukan karena proyek dengan nilai besar membutuhkan pengawasan, perencanaan, dan pengelolaan yang lebih terukur sebelum memasuki tahap pembangunan fisik.
“Jadi, kebutuhan revitalisasi rumah sakit itu sudah diusulkan dari tahun 2021. Bahkan desain masterplan-nya itu sudah ada dari 2019,” ujar Sutjidra ditemui Rabu, 5 Agustus 2026.
Sutjidra menjelaskan, revitalisasi RSUD Buleleng tidak langsung masuk pada tahap pembangunan karena harus melewati berbagai proses teknis dan administrasi. Salah satu tahapan penting yang kini berjalan adalah lelang manajemen konstruksi untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai rancangan.
“Sekarang tahapnya lelang manajemen konstruksi. Jadi manajemen konstruksi karena ini kegiatannya cukup besar harus ada, manajemen konstruksi,” ucapnya.
Menurut Sutjidra, manajemen konstruksi memiliki peran penting dalam mengatur jalannya proyek, mulai dari pengawasan pekerjaan hingga memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.
Ia menyebutkan, pembiayaan revitalisasi RSUD Buleleng menggunakan skema pinjaman. Pemerintah Kabupaten Buleleng juga telah mengajukan proses pinjaman tersebut serta menyiapkan skema pengembalian anggaran.
“Nanti manajemen kontruksi juga ngatur itu dengan PBJ sudah barang tentu. Karena besar proyeknya,” kata Sutjidra.
Pelaksanaan lelang nantinya akan melibatkan manajemen konstruksi bersama bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Mekanisme tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap proyek strategis daerah dengan nilai anggaran yang cukup besar.
Sutjidra menegaskan, keterlambatan revitalisasi RSUD Buleleng bukan akibat persoalan perencanaan. Menurutnya, pelaksanaan proyek harus menyesuaikan kondisi anggaran daerah, termasuk adanya kebijakan efisiensi.
Untuk kebutuhan pembangunan, revitalisasi RSUD Buleleng diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar. Pemerintah daerah memastikan proses pengajuan pinjaman telah berjalan.
“Kalau masalah pinjaman sudah tidak ada masalah lagi. Sudah kita ajukan, skema-skema pembayarannya pun sudah kita lakukan,” ujarnya.
Saat ini Pemkab Buleleng masih menunggu penyelesaian tahapan manajemen konstruksi dan proses lelang sebelum pekerjaan fisik revitalisasi RSUD Buleleng dimulai.
Sutjidra menargetkan seluruh rangkaian revitalisasi RSUD Buleleng dapat selesai pada akhir tahun 2027, dengan harapan pembangunan dapat berjalan lebih cepat.
“Akhir tahun 2027 selesai. Kalau bisa makin cepat makin baik,” ucapnya.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

