Kelanjutan Proyek Taman Bung Karno Tunggu Kepastian Anggaran

RTH Taman Bung Karno ditutup sementara karena COVID 19. Taman ini belum sepenuhnya selesai, masih ada sisa pekerjaan fisik yang harus dilanjutkan. Pihak berwenang masih menunggu kepastian anggaran untuk melanjutkan sisa proyek |FOTO : Rika Mahardika|

Singaraja, koranbuleleng.com| Pembangunan lanjutan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno masih terhenti. Sementara kini, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Buleleng masih menunggu kepastian anggaran untuk kelanjutan proyek pembangunan selanjutnya. Jika dimulai lagi, butuh waktu selama empat bulan untuk menyelesaikan sisa pembangunan.

- Advertisement -

Hal itu terungkap saat Komisi 2 DPRD Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Disperkimta Buleleng Senin, 6 Juli 2020. Dalam kesempatan itu, Kepala Disperkimta Buleleng Nyoman SUrattini menyebut jika pembangunan Taman Bung Karno (TBK) di Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada sudah dua kali mengalami kegagalan.

Kegagalan pertama terjadi di tahun 2018 lalu. Saat itu, kontraktor proyek tidak mampu menuntaskan pekerjaan, termasuk patung Sang Proklamator yang rencananya setinggi delapan meter dan berbahan dari perunggu. Pengerjaan patung itu hanya tuntas sebagian, yakni pada bagian kepala dan kaki. Sementara bagian badan dan tangan, baru berupa cetakan.

Kemudian di tahun 2019, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memberikan petunjuk bahwa pembuatan patung dapat dikerjakan dengan penunjukan langsung, mengingat pekerjaannya sangat spesifik, walaupun dengan anggaran lebih dari Rp 200 juta.

Nah dari petunjuk itu, Disperkimta Buleleng kemudian menunjuk perajin patung dari Yogyakarta. Perajin ini juga yang sempat mengerjakan patung perunggu di tahun 2018 tersebut. Namun sayang, kontrak gagal ditandatangani, karena perajin tidak mampu menyerahkan uang jaminan.

- Advertisement -

Pasalnya sesuai dengan Perpres, dari nilai kontrak Rp1 Miliar, rekanan diwajibkan membayar uang jaminan sebesar 5 persen atau Rp50 juta rupiah. Jaminan itu berfungsi sebagai asuransi ketika nantinya rekanan tidak menuntaskan kewajibannya. Ternyata hingga batas waktu, rekanan tidak bisa menyerahkan uang jaminan.

Surattini melanjutkan jika tahun 2020, pihaknya sebenarnya sudah memprogramkan pembangunan lanjutan TBK dengan dana sebesar Rp 17 Miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Bali. Dana itu rencananya untuk menuntaskan pembangunan RTH tersebut baik untuk pekerjaan Patung Bung Karno, Pengerjaan Patung Singa Ambara Raja, Pembangunan Main Stage, Kolam Air Mancur menari, dan seluruh fasilitas Taman.

Hanya saja, rencana itu kembali terbentur dengan terjadinya Pandemi COVID 19 akibat dilakukannya refocusing anggaran pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemkab Buleleng. Tidak terkecuali bagi Disperkimta Buleleng. Surattini menyebut jika pembangunan lanjutan TBK masih bisa dilaksanakan, mengingat program tersebut telah tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disperkimta Buleleng tahun 2020.

“Di DPA Sudah ada angka itu senilai Rp 17 Miliar, mudah-mudahan anggaran di perubahan tersedia, rencananya akan dituntaskan pekerjaanya,” jelasnya.

Nyoman Surattini mengatakan, pihaknya telah menuntaskan proses review design terhadap pembangunan yang sudah berjalan. Hasilnya, dalam proyek selanjutnya ada beberapa pekerjaan fisik tambahan pada struktur bangunan di patung Singa Ambara Raja, dan penguatan pada pedestal Patung Bung Karno.

Pun demikian, Surattini pesimis jika proyek tersebut bisa dilaksanakan tahun 2020. Mengingat pekerjaan lanjutan itu membutuhkan waktu yang panjang yakni minimal empat bulan. Apalagi saat ini, APBD perubahan tahun 2020 belum dilakukan pembahasan.

“Minimal pelaksanaan fisik itu empat bulan diluar proses pengadaan, ketika nanti pengadaan terjadi gagal, lagi membutuhkan waktu. Kalau berhitung, Agustus sudah harus sudah penandatanganan SPK (Surat Perjanjian Kerjasama, red),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 2 DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa mengaku siap akan mengawal anggaran untuk penuntasan pembangunan Taman Bung Karno dalam APBD Perubahan tahun 2020. Mengingat RTH ini merupakan salah satu ikon dari Kabupaten Buleleng yang sudah lama mangkrak karena sejumlah kendala. Sehingga, Ia berharap pembangunannya bisa segera dituntaskan.

“Kami mendorong pemerintah daerah ditahun 2020 di perubahan bisa dialokasikan anggaran untuk menuntaskan pembangunan, karena sudah cukup lama terkatung-katung. Untuk perubahan kita akan bahas awal Agustus, mudah-mudahan dalam pembahasan kita bisa dorong juga pagu anggaran untuk penuntasan RTH Bung Karno,” singkatnya. |RM|

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts