Singaraja, koranbuleleng.com | Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) masih membuka sejumlah jalur mandiri hingga 30 Juni 2026. Kampus negeri terbesar di Bali Utara itu masih memiliki ribuan kursi mahasiswa baru yang tersedia untuk tahun akademik 2026/2027.
Secara keseluruhan, Undiksha menyiapkan daya tampung sebanyak 8.484 mahasiswa baru. Namun kampus yang berpusat di Singaraja itu memasang target realistis dengan merekrut sekitar 6.000 hingga 6.500 mahasiswa baru sampai seluruh tahapan penerimaan berakhir pada akhir Juli mendatang.
Rektor Undiksha Prof Dr I Wayan Lasmawan bersama Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Gede Rasben Dantes menjelaskan bahwa kuota tersebut disusun dengan mempertimbangkan kapasitas ruang kuliah, jumlah tenaga pengajar, serta regulasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi yang memungkinkan penambahan kuota mahasiswa pada setiap program studi.
“Daya tampung Undiksha saat ini mencapai 8.484 mahasiswa. Namun target realistis yang kami pasang sekitar 6.500 mahasiswa baru karena angka itu sudah cukup untuk mendukung operasional kampus selama satu tahun,” ujar Rasben, ditemui Senin, 8 Juni 2026.
Sejauh ini, Undiksha telah menyelesaikan proses penerimaan melalui dua jalur nasional. Pada jalur SNBP, sebanyak 2.662 peserta dinyatakan diterima. Dari jumlah tersebut, 2.360 orang atau sekitar 88 persen telah melakukan registrasi ulang dan dipastikan melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.
Tingginya angka daftar ulang menunjukkan Undiksha masih menjadi salah satu tujuan utama calon mahasiswa di Bali dan berbagai daerah lainnya. Sebagian peserta yang tidak melakukan registrasi ulang diduga memilih perguruan tinggi lain karena tidak mendapatkan program studi yang menjadi pilihan utama mereka.
Sementara itu, melalui jalur SNBT, sebanyak 2.420 calon mahasiswa kembali dinyatakan lulus seleksi. Saat ini pihak kampus masih menunggu proses pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan registrasi ulang yang mulai diumumkan pada 9 Juni 2026.
“Biasanya sekitar 90 persen melakukan daftar ulang. Sebagian lainnya memilih tidak melanjutkan sehingga masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi mandiri,” jelasnya.
Jika digabungkan, sebanyak 5.082 calon mahasiswa telah dinyatakan lolos melalui jalur SNBP dan SNBT. Meski demikian, angka tersebut belum mencerminkan jumlah mahasiswa baru yang benar-benar aktif karena masih menunggu proses registrasi ulang.
Untuk mengisi kuota yang tersisa, Undiksha membuka sejumlah jalur seleksi mandiri. Pilihan tersebut meliputi Computer Based Test (CBT) luring, CBT berbasis domisili bagi peserta luar Bali, jalur nilai rapor, jalur skor UTBK, jalur kepemimpinan, talent scouting bagi atlet maupun seniman berprestasi, hingga jalur khusus lulusan Laboratorium Sekolah Undiksha.
Minat peserta terhadap jalur mandiri juga mulai terlihat. Hingga saat ini tercatat sebanyak 552 peserta telah mengikuti seleksi CBT, baik secara langsung di kampus maupun melalui sistem berbasis domisili. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring masih berlangsungnya masa pendaftaran beberapa jalur seleksi.
Di tengah proses penerimaan mahasiswa baru, Undiksha juga menemukan fenomena menarik. Program vokasi, baik diploma maupun sarjana terapan, menunjukkan tren peningkatan jumlah peserta yang lolos dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Rasben, kondisi tersebut dipengaruhi sistem pemilihan program studi pada SNBT yang mewajibkan peserta memasukkan program vokasi sebagai pilihan ketiga dan keempat. Namun pihak kampus masih menunggu data registrasi ulang untuk mengetahui tingkat keterisian program-program tersebut secara pasti.
Berdasarkan proyeksi kampus, jumlah mahasiswa baru yang berhasil direkrut hingga akhir proses penerimaan diperkirakan berada pada kisaran 6.000 hingga 6.100 orang. Seluruh tahapan penerimaan mahasiswa baru dijadwalkan rampung pada 31 Juli 2026.
“Kami optimistis target minimal 6.000 mahasiswa baru bisa tercapai. Semua proses penerimaan mahasiswa baru akan selesai pada akhir Juli,” kata Rasben.(*)
Pewarta: Kadek Yoga Sariada

