Akademisi Dituntut Genjot Penelitian Inovatif, Dukung Era Kebiasaan Baru

Singaraja, koranbuleleng.com | Akademisi dituntut untuk menciptakan penelitian yang inovatif dan unggul dalam rangka memperkuat kultur akademisi dalam penelitian serta menghadapi era kebiasaan baru.

Dalam Seminar Nasional Riset Inovatif (Senari) ke-7, yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Pendidikan Ganesha, Selasa 20 Oktober 2020, banyak memaparkan inovasi pendidikan yang bisa menjadi referensi bagi akademisi untuk terus berkarya dibdiang penelitian.  Seminar dengan tema “Inovasi Pendidikan dalam era Kebiasaan Baru’” ditujukan sebagai media diseminasi hasil penelitian kritis dan inovatif.

- Advertisement -

Seminar yang berlangsung secara virtual ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dewi Padmo, M.A.,Ph.D dari Universitas Terbuka dan Prof. Glykeria Fragkiadaki, Ph.D dari Monash University, Australia.

Ketua Panitia, I Nyoman Labat Jayanta, S.Pd.,M.Pd., menjelaskan seminar yang mengusung tema “Inovasi Pendidikan dalam Era Kebiasaan Baru” ini diikuti puluhan peserta yang tidak hanya berasal dari Undiksha, namun juga dari perguruan tinggi lain di Bali dan luar Bali.  

Selain pemaparan materi dari dua narasumber, juga ada penayangan presentasi hasil penelitian yang mencakup empat bidang ilmu, yaitu bidang pendidikan, sosial humaniora, sains teknologi dan kesehatan.

“Penyelenggaraan seminar ini sebagai salah satu strategi untuk membangun kultur para akademisi dalam bidang penelitian. Penelitian yang dimaksud adalah inovatif, memiliki keunggulan dan keunikan dalam rangka memperkuat identitas bangsa di era kebiasaan baru,” jelasnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., dalam sambutannya mengharapkan melalui seminar ini ada sesuatuyang dihasilkan untuk mendukung kemajuan bangsa, terlebih dalam penyelenggaraan pendidikan di tengah pandemic Covid-19.

 “Melalui ini, kita bisa saling berbagi, saling memperkuat wawasan terkait dengan penelitian dan untuk selanjutnya dapat memberikan kotribusi dalam kemajuan bangsa dan negara. Dan juga barangkali di dalam kegiatan ini yang dalam kondisi covid-19, tetap memiliki kualitas, hasil atau manfaat yang lebih baik jika dibandingkan dengan face to face,” sebutnya.

Hasil penelitian yang disebarluaskan melalui seminar ini juga diharapkan dapat dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi. Ditegaskan pula, dari seminar ini dapat memacu pelaksanaan pengabdian maupun penelitian, termasuk terkait Covid-19. “Penelitian dan pengabdian ini bisa berkaitan dengan dampak Covid, baik dampak sosial, ekonomi maupun psikologis,” kata rektor asal Nusa Dua, Kabupaten Badung ini.

Jampel menambahkan sebagai institusi akademik, di tengah pandemi Covid-19, Undiksha terus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Demikian juga halnya pelayanan kepada stake holders, baik dalam maupun luar kampus. (NP)

Komentar

Related Articles

spot_img

Latest Posts