More

    Nyaris Punah, Populasi Pohon Aren Harus Dikembalikan

    Seorang warga Bali aga memproduksi gula merah yang terbuat dari pohon aren |FOTO : I Putu Nova A.Putra|

    Singaraja, koranbuleleng.com | Pohon aren, sebagai bahan dasar produksi gula aren di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar semakin sedikit populasinya. Bahkan diklaim nyaris punah oleh Komunitas Aren Pedawa dan Kelompok Tani  Getah Uyung. Kondisi kelangkaan pohon aren di desa setempat, karena peralihan fungsi lahan.  Padahal, desa ini terkenal sejak lama warganya memproduksi gula aren Pedawa yang sangat khas.

    Ketua Komunitas Aren Desa Pedawa dan Kelompok Tani Getah Uyung Ketut Sudi Harta menjelaskan untuk saat ini keberadaan pohon aren di areal Desa Pedawa hanya tinggal sepuluh persen. Alih fungsi lahan yang menjadi penyebab utama jumlah pohon aren di desa Pedawa semakin “jongkok”. 

    Dampaknya sangat mempengaruhi produksi gula aren di desa tersebut. Mereka berharap, Pemkab Buleleng bisa memberikan solusi untuk mengembalikan potensi pohon aren di Pedawa.

    “Di hulu, mungkin disokong melalui pembibitan. Di hilir kelemahan kita di pengemasan, semoga bisa dibantu baik dari peralatan dan sebagainya,” terang Sudi Harta saat bersama Komunitas Aren Desa Pedawa dan Kelompok Tani Getah Uyung menemui Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Selasa 24 Nopember 2020.

    Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana bertemu dengan Komunitas Aren Desa Pedawa dan Kelompok Tani Getah Uyung Desa Pedawa membicarakan tentang populasi pohon aren dan produksi gula aren khas Desa Pedawa

    Sudi Harta menerangkan pemasaran gula Pedawa tidak hanya dipasarkan di wilayah Bali semata namun sudah dipasarkan di seluruh Indonesia. “Kami yakin, kalau ini dikelola dengan baik seperti kita menanam Cengkeh, hasilnya juga tidak akan kalah,” katanya.

    Sementara itu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengajak masyarakat sekitar untuk melakukan pembibitan dan penanaman pohon jaka (aren) melalui Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. Selanjutnya, dilakukan penanaman di beberapa tempat di Desa Pedawa sendiri. “Karena dulu perkebunan jaka (aren) di Desa Pedawa sudah dialih fungsikan menjadi kebun cengkeh,” jelasnya.

    Dari sisi ekonomi, Pemerintah akan menyiapkan merk dagang tersendiri untuk gula aren Pedawa sebagai salah satu produk unggulan yang dimiliki Kabupaten Buleleng.  Selain itu, untuk meningkatkan daya saing dalam bisnis, harus mendapat sentuhan lain seperti pengemasan dan beberapahal lain.

    Agus mengintruksikan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagprinkop UKM) Kabupaten Buleleng untuk mengkoordinir usaha pemasaran gula aren Pedawa.

    “Misalkan sekarang harganya Rp35.000 per kilogram. Kalau dijual di Jakarta dengan kualitas gula Pedawa yang sudah dikemas dengan baik bisa mencapai Rp45.000 per kilogramnya,” ucap Agus Suradnyana. |NP|

    Berita Terpopuler

    Karyawan Perusahaan Pengantongan Semen Merasa Kena PHK Secara Sepihak

    Kedatangan sejumlah karyawan perusahaan pengantongan semen yang merasa terkena kebijakan pemutusan hubungan kerja secara sepihak melapor ke Dinas Tenaga Kerja dan...

    Pramuka Buleleng Garda Depan Agen Perubahan Perilaku

    Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng berkomitmen untuk menjadi agen perubahan prilaku |FOTO : Edy Nurdiantoro| Singaraja, koranbuleleng.com | Kwarcab...

    Pegawai Inspektorat Buleleng Positif COVID-19

    Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng |FOTO : Yoga Sariada| Singaraja, koranbuleleng.com | Satu Pegawai Inspektorat Kabupaten Buleleng dinyatakan...

    Dapat Asimilasi, 10 Warga Binaan Lapas Singaraja Bebas

    10 orang Narapidana Klas IIB Singaraja dapatkan program asimilasi rumah |FOTO : Edy Nurdiantoro| Singaraja, koranbuleleng.com | Sebanyak...

    Related articles