More

    Ratusan Banten Sesayut Saraswati Terjual oleh UKM Upakara STAHN Mpu Kuturan

    Anggota UKM Upakara STAHN Mpu Kuturan membuat banten sesayut Saraswati |FOTO : RIKA MAHARDIKA|

    Singaraja, koranbuleleng.com| Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Upakara Dewa Dewi Tapini Yadnya, Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja berhasil menjual ratusan banten sesayut, serangkaian dengan Hari Raya Saraswati.

    Hari Raya Saraswati yang jatuh pada Sabtu, 30 Januari 2021 dimanfaatkan oleh UKM Upakara Dewa Dewi Tapini Yadnya STAHN Mpu Kuturan Singaraja untuk semakin mengasah kemampuan dalam membuat sarana dan prasarana upakara, termasuk juga untuk mengais rejeki.

    Sudah menjadi tradisi jika jelang Hari Raya Saraswati, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam UKM Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja sibuk membuat banten Sesayut Saraswati. UKM yang terbentuk sejak tahun 2016 ini bahkan setiap enam bulan rutin melayani pemesanan banten Saraswati kepada masyarakat. Serangkaian kegiatan Hari Raya Saraswati kali ini, UKM Upakara memasarkan banten sesayut secara online.

    Banten itu kami pasarkan kepada masyarakat umum, sekolah-sekolah, dan Perguruan Tinggi di Wilayah Kota Singaraja. Selain itu, banten juga dipasarkan kepada mahasiswa, Dosen, dan juga pegawai di lingkungan STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

    “Dari satu bulan sebelumnya kami sudah melakukan rapat pengurus memutuskan untuk memasarkan banten secara online. Kami melakukan penyebaran pamphlet juga untuk promosi,” jelas Pembina UKM Upakara Dewa Dewi Tapini Yadnya Ketut Agus Nova, S.Fil.H., M.Ag.

    Dari proses pemasaran tersebut, sekitar ratusan orang melakukan pemesanan. Sementara untuk proses pembuatan banten sesayut tersebut, mulai dikerjakan satu minggu sebelum Hari raya Saraswati. Mengingat ditengah situasi pandemic Covid-19 saat ini, proses pembuatan banten melibatkan mahasiswa yang terbatas, dan dengan penerapan protokol kesehatan.

    “Dan hari jumat semua sudah berhasil diselesaikan, dan langsung kami kirim kepada pemesan,” kata Pria yang akrab disapa Jro Gede Anom ini.

    “Untuk harga pertamas banten sesayut kami jual seharga Rp5.000,” imbuhnya.

    Menurut Jro Anom,aktivitas pembuatan dan penjualan banten tidak hanya dilaksanakan pada saat hari Raya Saraswati saja. Namun juga pada saat hari raya lainnya yang datang berdasarkan Saptawara, Pawukon dan juga Sasih. Bahkan, UKM Upakara Dewa Dewi Tapini Yadnya STAHN Mpu Kuturan Singaraja juga bisa melayani penjualan Banten caru untuk Hari Suci Nyepi.

    “Khusus untuk hasil penjualan banten Sesayut Saraswati ini, uangnya nanti akan kita sumbangkan kepada orang-orang yang kurang mampu dan juga warga penyandang disabilitas,” pungkas Jro Anom. |RM|

    Berita Terpopuler

    Polisi Tangkap Empat Orang Diduga Pengedar Narkoba

    Empat orang tersangka kejahatan narkoba yang diciduk oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng |FOTO : Yoga Sariada| ...

    Urban Farming Panen Perdana Sayur Mayur

    Panen perdana sayur mayur di lokasi urban farming Desa Baktiseraga |FOTO : Edy Nurdiantoro| Singaraja, koranbuleleng.com | Masyarakat...

    5 Pejabat Eselon II Isi Jabatan Baru

    Pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat baru organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Buleleng |FOTO : Istimewa| Singaraja,...

    Polisi Tetapkan Ketua BUMDes Tirtasari Tersangka Korupsi

    Tersangka kasus korupsi Gede Sukaraga usai pemeriksaan oleh penyidik Tipikor Reskrim Polres Buleleng |FOTO : Yoga Sariada| Singaraja,...

    Related articles